Loading
Ilustrasi - Bawang putih. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sebuah penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab, membuka peluang baru bagi perawatan kebersihan mulut. Tim peneliti menemukan bahwa ekstrak bawang putih berpotensi menjadi bahan aktif dalam obat kumur alami untuk membantu mengatasi bau mulut atau halitosis.
Dalam laporan yang dipublikasikan pekan ini, para peneliti ditulis laman New York Post, Rabu (19/11/2025) menjelaskan bahwa efektivitas obat kumur berbahan bawang putih bahkan bisa menyamai klorheksidin (CHX)—zat antiseptik yang umum dipakai dalam produk obat kumur—terutama pada penggunaan dengan konsentrasi tinggi.
“Bawang putih telah lama dikenal sebagai tanaman obat, dan sifat antimikrobanya kini kembali menjadi perhatian penelitian modern,” tulis tim peneliti dalam laporannya.
Lebih Efektif Mengurangi Bakteri Saliva
Riset tersebut menguji aktivitas antimikroba ekstrak bawang putih terhadap berbagai bakteri, jamur, hingga virus. Selama tujuh hari pengujian, obat kumur dengan ekstrak bawang putih berkonsentrasi 3 persen tercatat lebih efektif menurunkan jumlah bakteri saliva dibandingkan obat kumur klorheksidin 0,2 persen.
Temuan ini menarik karena CHX, meski ampuh, sering menimbulkan sejumlah efek samping seperti perubahan rasa, sensasi terbakar, mati rasa di mulut, hingga meninggalkan noda pada gigi dan lidah. Penggunaan berlebihan zat kimia juga berpotensi meningkatkan resistensi antimikroba, yang dapat membuat rongga mulut rentan terhadap infeksi.
Mengandalkan Senyawa Alami Alisin
Kekuatan antimikroba bawang putih dikaitkan dengan kandungan senyawa allicin, yang muncul ketika bawang putih dihancurkan. Senyawa inilah yang diyakini membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
Meski begitu, peneliti mengingatkan bahwa alternatif alami ini tetap memiliki tantangan. Meta-analisis terbaru mencatat beberapa efek samping yang umum terjadi, seperti sensasi panas di mulut dan rasa tidak enak ketika konsumsi bawang putih berlebihan.
Selain itu, ekstrak bawang putih belum mampu menandingi CHX dalam menghadapi jenis bakteri tertentu, misalnya Porphyromonas gingivalis, yang dikenal sebagai pemicu penyakit gusi.
Potensi sebagai Alternatif di Kondisi Tertentu
Meski bukan solusi untuk semua kasus, para peneliti menyimpulkan bahwa obat kumur berbahan ekstrak bawang putih dapat menjadi alternatif yang layak, khususnya pada keadaan tertentu dan dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Selain mampu menurunkan jumlah bakteri secara signifikan, bahan alami ini dinilai ampuh melawan beberapa bakteri yang resisten terhadap banyak obat.