Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin (tengah) memberikan keterangan kepada pers usai pembukaan International Green Youth Leaders Summit 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bumi di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata. Karena itu, kaum muda dari berbagai negara didorong untuk tidak hanya melahirkan ide-ide besar, tetapi juga berani mengubahnya menjadi aksi yang berdampak.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, saat membuka International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, forum internasional ini menjadi momentum strategis untuk melahirkan pemimpin muda yang mampu membawa perubahan bagi masa depan dunia.
"Masa depan bumi tidak ditentukan oleh seberapa banyak gagasan yang lahir, tetapi oleh keberanian generasi muda mengubah gagasan menjadi aksi nyata," ujar Sultan.
IGYLS Jadi Ruang Kolaborasi Pemimpin Muda Dunia
Sultan menegaskan IGYLS bukan sekadar ajang mempertemukan anak muda dari berbagai negara. Forum tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kepemimpinan, memperkuat jejaring internasional, sekaligus mendorong aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian terhadap lingkungan, dan keberanian mengambil keputusan demi masa depan yang berkelanjutan.
Krisis Iklim Tak Lagi Hanya Persoalan Lingkungan
Dalam pidatonya, Sultan mengingatkan bahwa krisis iklim kini telah berkembang menjadi tantangan multidimensi. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi juga menyentuh kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi, hingga kualitas demokrasi.
Karena itu, ia menilai setiap kebijakan publik harus menempatkan krisis iklim sebagai landasan moral dalam proses pengambilan keputusan.
"Jangan Hanya Viral, Jadilah Generasi Bernilai"
Di hadapan para peserta dari berbagai negara, Sultan menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak terjebak pada popularitas sesaat.
"Jangan hanya menjadi generasi yang viral. Jadilah generasi yang bernilai. Bangsa dan dunia tidak dibangun oleh popularitas sesaat, tetapi oleh integritas yang konsisten,"tegasnya.
Ia menambahkan, anak muda merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dibekali karakter, integritas, dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan global.
Semua Pihak Harus Bergerak Bersama
Sultan juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, parlemen, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi krisis global.
Menurutnya, persoalan perubahan iklim tidak mungkin diselesaikan oleh satu negara ataupun satu generasi saja.
"Anak muda bukan pewaris masalah, tetapi pemilik solusi. Masa depan tidak dapat diselamatkan oleh satu negara atau satu generasi saja. Kita harus bergerak bersama membangun masa depan yang berkelanjutan," katanya.
IGYLS Usung Semangat Demokrasi Hijau
Usai acara pembukaan, Sultan menjelaskan bahwa penyelenggaraan IGYLS dilandasi semangat demokrasi hijau, yaitu pendekatan yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam perumusan kebijakan publik, tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi.
Forum tersebut diikuti peserta dari sedikitnya 12 negara yang berdiskusi mengenai berbagai aksi lingkungan yang dapat diterapkan di negara masing-masing.Sultan juga menyoroti meningkatnya ancaman pemanasan global yang kini menurutnya telah memasuki fase yang lebih serius.
"Kalau dulu kita mengenal istilah perubahan iklim, kemudian global warming, sekarang mungkin sudah lebih dari itu, yakni global heating. Pemanasannya benar-benar luar biasa. Indonesia sebagai negara tropis dengan kawasan hutan yang sangat besar seharusnya berada di garis depan dalam memimpin upaya tersebut," ujarnya.
Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak gerakan hijau dunia melalui kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda.