Ekonomi Hijau Indonesia Diprediksi Melejit, Sandiaga Uno: Potensinya Ribuan Triliun


 Ekonomi Hijau Indonesia Diprediksi Melejit, Sandiaga Uno: Potensinya Ribuan Triliun Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui dalam kegiatan MUTU Green Economic Series 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ekonomi hijau atau green economy diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan utama yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut sektor ini memiliki prospek yang sangat cerah dan menjanjikan.

“Saya sangat optimistis soal ekonomi hijau ini, super prospektif,” ujar Sandiaga saat menghadiri MUTU Green Economic Series 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, ekonomi hijau bukan sekadar tren global sesaat. Lebih dari itu, sektor ini merupakan arah strategis yang mampu menggerakkan ekonomi nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

Peluang Besar dari Kombinasi Inovasi dan Kebijakan

Sandiaga menilai, kekuatan ekonomi hijau terletak pada kolaborasi antara inovasi teknologi, pembiayaan berkelanjutan, dan reformasi kebijakan.

Dengan pendekatan ini, risiko akibat perubahan iklim justru bisa diubah menjadi peluang ekonomi baru yang bernilai tinggi.Tak hanya berdampak pada lingkungan, ekonomi hijau juga membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja masa depan atau green jobs.

Dari Energi Bersih hingga Pariwisata Berkelanjutan

Lapangan kerja hijau mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya:

  • Energi terbarukan
  • Teknologi rendah karbon
  • Pengelolaan lingkungan
  • Pariwisata berkelanjutan

Sektor-sektor ini dinilai akan menjadi tulang punggung ekonomi baru Indonesia yang lebih ramah lingkungan sekaligus kompetitif secara global.

Potensi Ekonomi Capai Rp4.000 Triliun

Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama International Renewable Energy Agency, potensi ekonomi hijau Indonesia diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun hingga Rp4.000 triliun dalam jangka panjang.

Potensi tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti:

  • Energi terbarukan
  • Ekonomi karbon
  • Pengelolaan sumber daya berkelanjutan

Di tingkat global, banyak perusahaan berbasis ekonomi hijau—mulai dari energi bersih, kendaraan listrik, hingga teknologi karbon—telah mencatat nilai bisnis yang sangat besar.

Pasar Karbon Jadi Peluang Besar yang Belum Maksimal

Meski begitu, Sandiaga menilai masih banyak peluang yang belum tergarap optimal di Indonesia.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pengembangan pasar karbon
  • Penghitungan jejak karbon (carbon footprint)
  • Perdagangan kredit karbon
  • Teknologi pemantauan emisi

Area ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi.

Dorongan untuk Regulasi yang Lebih Kuat

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Sandiaga mendorong pemerintah agar segera memperkuat regulasi ekonomi hijau.

Ia menekankan pentingnya aturan yang komprehensif, termasuk pemberian insentif bagi pelaku usaha agar semakin tertarik masuk ke sektor ini.

“Karena ekonomi hijau ini masa depan ekonomi kita. Selain menciptakan lapangan kerja, juga penting untuk keberlanjutan,” tegasnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru