Loading
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam diskusi yang bertajuk Powering the Future: Indonesia’s Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition, World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026) (ANTARA/HO-BKPM)
DAVOS, ARAHKITA.COM – Di tengah suhu dingin World Economic Forum (WEF) 2026 di Swiss, semangat Indonesia menghangatkan diskusi transisi energi global. Melalui Paviliun Indonesia, para pemimpin energi nasional menegaskan satu pesan kuat: Indonesia tidak hanya bicara, tapi sedang beraksi menuju Net Zero Emission (NZE).
Dual Growth: Strategi Cerdas Pertamina
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, membeberkan resep "Dual Growth Strategy". Pertamina tidak sekadar meninggalkan bisnis lama, melainkan memperkuat hulu sembari membangun ekosistem masa depan. Fokusnya jelas: bioenergi, panas bumi, hingga teknologi penangkapan karbon. Keberhasilan program
Baca juga:
Presiden Prabowo Gandeng Bloomberg, Dorong Investasi Energi Bersih dan Ekonomi Maritim IndonesiaBiodiesel B40 menjadi bukti nyata bahwa transisi ini berjalan di jalur yang tepat tanpa mengorbankan ketahanan energi rakyat.
Ekspansi Hijau tanpa Batas
Baca juga:
Danantara Siapkan 33 Proyek Waste to Energy, Dorong Indonesia Capai Net Zero Emission 2060Tak mau kalah, sektor swasta menunjukkan taringnya di kancah global. RGE Indonesia, melalui Presiden Direktur Bernard Riedo, mengungkap ambisi mereka menggarap proyek LNG di Kanada. Uniknya, proyek ini akan ditenagai oleh listrik hidro. Artinya, saat beroperasi nanti, ini akan menjadi proyek net zero yang kompetitif secara internasional.
Transisi yang Rasional dan Berkelanjutan
Namun, transisi bukan sekadar soal teknologi, tapi juga logika bisnis. Azis Armand dari Indika Energy mengingatkan pentingnya kebijakan yang pasti. Baginya, transisi harus masuk akal secara finansial. Investasi hijau akan tumbuh subur jika keamanan energi tetap terjaga dan model bisnisnya tetap menguntungkan secara berkelanjutan.
Target Besar 2060
Langkah kolektif ini adalah bagian dari peta jalan besar pemerintah Indonesia. Dengan target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun depan, Indonesia optimis bisa mencapai nol emisi pada 2060. Davos menjadi saksi bahwa ekonomi hijau Indonesia adalah peluang investasi masa depan yang konkret dan rasional.