Seniman visual Mandy CJ menggelar pameran tunggal perdana bertajuk The Way Back yang mengangkat isu toleransi beragama. (Tangkapan Layar)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Seni bisa menjadi bahasa yang melampaui perbedaan. Itulah pesan yang ingin disampaikan seniman visual Mandy CJ melalui pameran tunggal perdananya bertajuk The Way Back. Lewat 16 karya yang sarat simbol spiritual, Mandy mengajak publik memandang keberagaman agama sebagai ruang dialog, refleksi, dan kasih sayang, bukan sebagai sekat pemisah.
Pameran ini menghadirkan perjalanan batin seorang seniman yang mencoba merangkul berbagai pengalaman spiritual menjadi sebuah narasi visual yang penuh empati. Di tengah dunia yang masih kerap diwarnai polarisasi, The Way Back menawarkan harapan tentang pentingnya toleransi, kemanusiaan, dan harmoni.
"Saya melihat keindahan dari setiap agama dan mencoba mengolahnya menjadi bagian dari spiritualitas saya sendiri. Ini bukan lagi tentang kemarahan, melainkan perjalanan ke dalam diri dan mengolah semua pengalaman secara lebih utuh," ujar Mandy CJ dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Baca juga:
Liga Muslim Dunia Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Perdamaian dan Dialog Antaragama GlobalPameran berlangsung di Galeri C Project by Museum of Toys (MOT), Wisma Geha, Jakarta Pusat, sejak 11 Juli hingga 15 Agustus 2026. Masyarakat dapat mengunjungi pameran ini secara gratis setiap Selasa hingga Minggu, pukul 13.00–19.00 WIB.
Menemukan Harmoni di Tengah Perbedaan
Melalui The Way Back, Mandy mengangkat tema tentang iman, identitas, dan pencarian makna hidup yang lahir dari perjalanan spiritual yang panjang. Setiap karya merekam pergulatan antara keyakinan, keraguan, hingga akhirnya menemukan penerimaan diri dengan perspektif yang lebih penuh kasih.
Simbol-simbol dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Kristen, Buddha, dan kepercayaan lainnya hadir bukan sebagai representasi yang saling berhadapan, melainkan menjadi bahasa visual yang menggambarkan perjalanan batin manusia.
Baca juga:
Liga Muslim Dunia Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Perdamaian dan Dialog Antaragama GlobalNilai-nilai universal seperti cinta kasih, empati, kerendahan hati, dan toleransi menjadi benang merah yang menyatukan seluruh karya dalam pameran tersebut dikutip Antara.
Kolaborasi Lintas Kreativitas
Pameran ini menampilkan 16 lukisan yang dibuat menggunakan kombinasi spray paint, mixed media, dan akrilik.
Salah satu karya lahir dari kolaborasi Mandy CJ dengan kreator konten Tasya Kissty, yang mengangkat tema spiritualitas dalam Islam. Untuk menjaga makna dan keakuratan unsur kaligrafi, Mandy juga bekerja sama dengan ahli kaligrafi Islam Wildan F. Akbar, sehingga setiap elemen visual tetap selaras dengan pesan yang ingin disampaikan.
Kurator Doni Ahmad menilai The Way Back menjadi ruang refleksi yang mengajak publik melihat iman sebagai sesuatu yang terus bertumbuh melalui pengalaman hidup, perjumpaan, dan dialog dengan sesama.
Program Interaktif dan Lelang Amal
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pameran karya seni. Sepanjang Agustus, Mandy juga menghadirkan berbagai program interaktif bersama Tolak Angin, Axel Vinesse, dan Styloz.
Agenda diawali dengan Live Painting & Auction pada 1 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, dua karya kolaborasi Mandy bersama Axel Vinesse akan dilelang, dengan seluruh hasil penjualan didedikasikan untuk pembangunan dan pemulihan masjid di Aceh melalui Yayasan Pemuda Peduli.
Pengunjung juga dapat menyaksikan secara langsung proses kreatif Mandy saat membuat karya dalam sesi live painting.
Sebagai penutup, pada 15 Agustus 2026 akan digelar Gathering & Workshop, sebuah sesi edukatif yang mengajak peserta berdialog mengenai seni, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi membangun kehidupan yang damai dan harmonis.