Yuk Intip, 4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Uang


 Yuk Intip, 4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Uang

Alexandra, L., Erzsébet, N., Boglárka, Z. 2017 dalam tulisan berjudul: Financial Personality Types and Attitudes That Affect Financial Indebtness yang dipublikasikan di International Journal of Social Science and Economic Research, Volume 2, Issue 9 menyebut bukan hanya kepribadian diri dan sosial setiap orang berbeda-beda, tetapi kepribadian seseorang dalam mengelola uang ternyata juga berbeda-beda loh. Kepribadian dalam mengelola keuangan adalah sikap dan perilaku seseorang saat ia dihadapi dengan persoalan/hal-hal yang berkaitan dengan uang dan keuangan

Menurut mereka, mengenali tipe kepribadianmu dalam mengelola keuangan sangat bermanfaat untuk mengevaluasi bagaimana kamu merencanakan dan mengelola keuangan selama ini. Selain itu, hal ini merupakan bekal bagi kita untuk memperbaiki kebiasaan yang dirasa masih kurang oke dan mempertahankan kebiasaanmu yang sudah baik.

Berikut adalah beberapa tipe-tipe “Si Pengelola Keuangan” yang sering kita temui di sekitar kita:

  1. “Si Obsesif Berlebih” (Amasser)

Kalau kamu selalu merasa bahagia dan menikmati sekali momen saat mengelola keuangan dengan membagi uangmu secara proporsional untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi, sudah pasti kamu adalah Amasser. Amasser adalah mereka yang sangat menyukai uang dan cenderung menyeimbangkan uang yang mereka miliki, baik untuk kebutuhan dan keinginan masa kini maupun masa depan.

Kecenderungan utama mereka adalah bekerja keras dalam menghasilkan uang, berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi (risk taker), merasa dirinya punya kuasa atas uang yang dimiliki. Meskipun cenderung memiliki obsesi terhadap uang yang terlalu tinggi kadang membuat tipe ini menjadi terlalu khawatir terhadap pengelolaan keuangannya.

Tips buat Anda yang masuk dalam kategori amasser ini, pengelolaan keuanganmu sudah dipastikan baik, tapi ingat hidup kadang tidak selalu soal uang, kamu harus bisa menyeimbangkan obsesimu terhadap uang dengan pengembangan diri dan sosial kamu yang lebih baik.

  1. “Si Nggak Pedulian” (Avoider)

Siapa diantara Anda yang selalu sulit sekali mengelola keuangan? Mulai dari kesulitan untuk menyusun rencana keuangan, membuat catatan pengeluaran, hingga membayar tagihan tepat waktu? Jika ciri-ciri ini kamu banget, maka kamu termasuk dalam kategori Avoider! Avoider adalah mereka yang merasa tidak kompeten dan mudah kewalahan jika dihadapkan dengan hal-hal yang menyangkut uang. Bahkan mereka yang avoider cenderung tidak tahu atau tidak peduli dengan berapa banyak uang yang ia miliki, berapa banyak uang yang ia pinjam, hingga berapa banyak uang yang ia belanjakan.

Tips utama buat avoider, ubah mindset kamu terhadap pengelolaan keuangan. Jangan jadikan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang menakutkan, justru Anda harus menjadikan hal tersebut sesuatu yang dapat menjembatani kamu dengan tujuan hidupmu. Mulailah dengan langkah-langkah kecil untuk peduli terhadap keuanganmu seperti menyisihkan uang untuk ditabung saat menerima uang saku atau gaji, membuat pos pengeluaran sederhana, dan membayar tagihan yang menjadi kebutuhan utama secara tepat waktu.

  1. “Si Nabung Melulu” (Hoarder)

Bagi Anda yang sangat hobi sekali menabung, mungkin kalian adalah hoarder. Hoarder adalah mereka yang suka menabung dan memprioritaskan tujuan keuangan mereka di atas segalanya. Mereka sangat suka sekali membuat perencanaan keuangan dan menikmati proses berkomitmen untuk menjalankan rencana tersebut, bahkan hoarder cenderung rutin mengevaluasi keuangan mereka secara berkala loh. Apa yang membedakan hoarder dengan amasser adalah mereka cenderung enggan menikmati uangnya untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain serta takut untuk berinvestasi (risk averse). Bahkan hoarder memandang bahwa menghabiskan uang untuk kegiatan liburan, hiburan, bahkan shopping sebagai sesuatu yang tidak perlu.

Meskipun sebagai hoarder Anda sangat gemar menabung dan memiliki perencanaan keuangan yang terkontrol, tetapi tidak ada salahnya loh menganggarkan pengeluaran untuk liburan, hiburan, bahkan shopping ke dalam perencanaan keuanganmu. Anggap saja itu sebagai hadiah kepada diri sendiri karena Anda telah konsisten terhadap rencana keuangan yang dibuat. Selain itu, Anda juga perlu memulai berinvestasi dengan membagi pos uang yang telah disisihkan ke dalam pos tabungan dan investasi.

  1. “Si Doyan Belanja” (Spender)

Yuhuuu, siapa dari kalian yang hobi banget ngopi-ngopi di senja hari, nonton konser, shopping, bahkan rutin banget nongkrong sama teman-teman? Kalau ini kamu banget, selamat datang di Spender Family! Spender adalah mereka yang sangat gemar sekali menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa guna mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan sesaat. Selain itu, Spender sangat kesulitan untuk menabung, tidak terbiasa menggunakan uang untuk future-oriented purchases, hingga kesulitan memprioritaskan kebutuhan dari keinginan. Parahnya nih, Spender yang sudah sangat akut bisa menghabiskan seluruh pendapatan yang ia miliki bahkan hingga terjerat utang.

Waduuh, buat kalian para Spender, yuk kurang-kurangi deh belanja hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu kalian butuhkan. Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan sampai keseringan ya. Ingat gaya hidupmu juga perlu disesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki setelah dialokasikan ke tabungan dan investasi bagi masa depanmu. Hal kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaranmu agar kamu tetap terkontrol.

Jadi, kamu tipe yang mana nih? Apapun tipe kepribadian kamu dalam mengelola uang, ingat ya selalu ada ruang untuk memperbaiki kebiasaan keuanganmu yang masih belum baik. Kamu bisa memulainya hari ini dengan langkah-langkah kecil untuk dampak yang besar di masa depan!

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru