Begini Cara Mengumpulkan Dana Pensiun untuk Hari Tua


 Begini Cara Mengumpulkan Dana Pensiun untuk Hari Tua Ilustrasi pasangan sedang menyiapkan dana pensiun. (Foto: manulife.co.id)

Dana pensiun adalah dana penting yang harus disiapkan oleh semua orang, sama pentingnya dengan dana darurat serta dana untuk asuransi dan investasi. Sayangnya, banyak yang menyepelekan dana satu ini. Alasannya pun beragam namun umumnya nggak dilakukan karena merasa masih berusia masih muda.

Padahal, justru karena masih berusia masih muda itulah kamu sebaiknya mempersiapkan dana pensiun. Akan lebih baik lagi kalau dana ini disiapkan sejak pertama kali mulai bekerja.

Kenapa mesti jauh-jauh hari dipersiapkan? Jawabannya sederhana, semakin dini kamu mempersipkan dana pensiun maka uang yang terkumpul sebagai dana pensiun juga akan semakin besar.

Kamu pastinya ingin punya uang yang banyak begitu pensiun, bukan? Karena itu, segera lah siapkan dananya dari sekarang!

Namun, walaupun sudah tahu, nggak sedikit yang salah langkah dalam merencanakan dana pensiun. Seperti yang dikutip dari Moneycontrol, beberapa kesalahan berikut masih lumrah ditemukan dalam perencanaan dana hari tua:

Menyiapkan Dana Pensiun buat Hidup Beberapa Tahun

Di Indonesia, orang disebut pensiunan ketika berusia maksimal 60 tahun. Sementara itu, usia rata-rata hidup orang di Indonesia dilaporkan mencapai usia 70 tahun.

Dengan mengacu pada data-data tersebut, kebanyakan orang hanya merencanakan dana pensiunnya untuk bertahan hidup hingga usia 70 tahun atau menyiapkan dana hanya untuk 10 tahun.

Di sinilah letak kesalahannya. Seandainya bukan 70 tahun, melainkan lebih, dari mana kamu bisa mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup nantinya?

Karena itu, dana pensiun sebaiknya dipersiapkan jangan hanya berpatokan pada usia hidup maksimal di Indonesia. Nggak ada salahnya kamu berasumsi kalau akan bisa hidup lebih dari 70 tahun. Dengan begitu, uang yang kamu siapkan buat dana pensiun bakal besar jumlahnya.

Kalau nggak besar jumlah dana pensiun yang tersedia, di usia pensiun nanti kamu akan terpaksa harus berhemat agar dana yang ada bisa mencukupi nantinya.

Menunda Alokasi Dana Pensiun demi Kebutuhan Anak

Nggak sedikit orangtua yang kemudian menunda alokasi buat dana hari tua demi mendahulukan kebutuhan anak. Tapi, ada baiknya menghindari penundaan yang terlalu sering. Akan lebih baik jika pemenuhan kebutuhan anak dan dana pensiun berbarengan.

Biasanya, kesulitan untuk menjalankannya ada pada ketersediaan dana yang terbatas. Untuk mengatasinya, mau nggak mau harus mencari penghasilan tambahan. Ini lah mengapa memulai mengumpulkan dana hari tua sedini mungkin menjadi sangat penting sehingga ketika kamu terpaksa menunda alokasi dana pensiun untuk kepentingan anak, nggak serta merta kehilangan momentumnya.

Tidak Memperhitungkan Kenaikan Premi Asuransi

Yang jarang orang sadari, premi asuransi akan terus meningkat seiring bertambahnya usia tertanggung. Banyak orang terkejut begitu tahu uang yang mereka keluarkan ternyata jauh lebih besar dari sebelumnya hanya untuk membayar premi asuransi.

Kondisi ini sebaiknya harus diwaspadai sedini mungkin agar jangan sampai membebani keuangan pribadi kamu nantinya. Salah satu caranya, kamu bisa bikin menyiapkan alokasi dana baru buat premi asuransi dari jauh-jauh hari. Jadi, dari dana baru ini, kamu bisa menutupi kelebihan bayar saat preminya naik.

Tentu kamu pasti tahu, pengeluaran buat kesehatan bakal menjadi pengeluaran rutin saat hari tua nanti. Uang yang dibutuhkan otomatis menjadi lebih banyak. Di sinilah asuransi akan menjadi krusial agar bisa meminimalkan pengeluaran tersebut.

Selain dengan membuat alokasi pengeluaran baru, kamu juga bisa menambah dana investasi. Alasannya, keuntungan dari investasi yang bisa mencapai 20 persen setahun bisa mengimbangi kenaikan harga premi asuransi.

Tingkatkan terus dana investasimu tiap tahunnya. Jika memungkinkan, cari penghasilan pasif selain gaji bulanan agar bisa menambah dana investasi yang nantinya dipakai buat bayar premi asuransi. Dengan begitu, dana pensiun nggak cuma satu-satunya yang kamu andalkan nanti.

Tidak Menambah Dana Darurat

Jangan dikira dana darurat yang mencapai enam hingga sembilan kali pengeluaran kebutuhan pokok bakal cukup nantinya. Dana ini juga perlu dievaluasi dan ditambah. Kalau perlu, besarannya naik tiap tahun.

Selama masih produktif, dana ini cukup mampu menanggulangi hal-hal yang nggak terduga. Sebab kamu tinggal mengisinya lagi setelah digunakan.

Namun, di usia pensiun nanti, apakah kamu bisa mengisinya kembali setelah digunakan?

Inilah kenapa besaran dana darurat nggak boleh stagnan. Harus bertambah dan bertambah setiap tahunnya. Apalagi mendekati usia pensiun, misalnya 20 tahun lagi bakal pensiun. Alokasi buat dana darurat mesti ditingkatkan lagi.

Dengan begitu, dana ini nggak cuma sekali digunakan selama hari tua, tapi bisa digunakan berkali-kali.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan di atas, kamu dapat mengoptimalkan ketersediaan dana hari tua kamu. Ya, tentu aja harapannya adalah kamu bisa menikmati hari tua tanpa beban.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru