Beda Pensiun Traumatik dan Pensiun Menyenangkan


 Beda Pensiun Traumatik dan Pensiun Menyenangkan Membangun mental yang baik sebelum masa pensiun, harus diutamakan ketimbang fisik. (finansialku.com)

SEJATINYA, masa pensiun memang tidak dapat dihindari. Meski hal ini di dunia kerja dapat dikatakan lumrah terjadi, nyatanya tidak semua orang yang menerima ‘takdir’ mengakhiri karirnya, dengan ikhlas hati atau dengan sukacita. Bahkan masing-masing individu menyikapi masa pensiun secara berbeda. Ada yang begitu menantikannya, ada pula yang cemas menghadapinya.

Masa pensiun memang merupakan pengalaman yang kompleks bagi hampir setiap orang karena terkait dengan perubahan identitas serta keseharian. Pensiun juga memicu berbagai emosi yang sangat kompleks, termasuk depresi dan rasa takut. Karenanya, membangun mental yang baik sebelum masa pensiun, harus diutamakan ketimbang fisik. Billa kita gagal merencanakan dan memvisualisasikan masa depan, maka kita sedang memvisualisasikan kegagalan masa depan. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa mereka sudah mempersiapkan diri ketika masa tersebut datang. Faktanya, banyak juga yang begitu berat menghadapinya.

Beberapa permasalahan terkait usia lanjut yang melatarbelakangi kesulitan menghadapi kenyataan ini adalah; Kondisi mental seseorang yang mengalami penurunan kognitif dan psikomotorik. Beberapa orang juga mengalami keterasingan (loneliness) atau perasaan merasa sendirian dan tersisih dari lingkungan. Dampak lain, adanya post powersyndrome yakni perasaan tidak percaya diri lantaran khawatir akan menghadapi permasalahan ekonomi, misalnya pendapatan berkurang atau pendapatan tidak ada sama sekali.

Kondisi ini juga memunculkan beragam penyakit akibat proses degeneratif atau penurunan fungsi organ. Tak jarang juga dibarengi perubahan perilaku.

Rangkaian ‘kegalauan’ ini membedakan antara mereka yang memasuki masa pensiun dengan perasaan traumatik dengan mereka yang penuh sukacita menyambut masa pensiunnya dengan menyenangkan.

Pensiun Traumatik

Pensiun traumatik memang menjadi bayangan yang menakutkan. Beberapa hal ini bisa bahkan bisa menjadi momok, yang bila tidak diantisipasi sedari awal akan mempengaruhi mental dan fisik Anda. Misalnya, kesulitan keuangan, kesehatan yang menurun, kehilangan harga diri, kehilangan arti atau peran, kehilangan teman, serta menjadi sumber stress.

Kemungkinan stress yang dialami lantaran, yang semula terbiasa berangkat kerja dan bertemu orang-orang yang merupakan bagian dari dunia kerja kita, kini perasaan itu menghilang dan hampa. Atau dengan kata lain, tak memiliki rutinitas kerja atau tempat kerja lagi juga bisa menimbulkan perasaan kehilangan baik itu terkait jaringan sosial atau pun organisasi. Hal itu bisa mencetuskan perasaan "kehilangan".

Pensiun Menyenangkan

Berbeda jika Anda telah mempersiapkan masa pensiun Anda dengan terencana, maka hidup akan terasa menyenangkan. Misalnya, tekanan dapat dikelola dengan baik, stress dapat dikelola sehingga kesehatan terjaga, banyak peluang untuk beraktivitas, serta keluarga tetap harmonis.

Ada banyak cara untuk mempersiapkan diri Anda ketika menghadapi masa pensiun:

Pertama, persiapkan kondisi fisik dan mental Anda. Cobalah untuk selalu berpikir positif atas apa yang telah Anda capai selama ini. Anda bisa mendiskusikan ini semua dengan pasangan Anda, sebab pasangan Anda yang paling mengerti bagaimana Anda semenjak masih aktif bekerja hingga Anda pensiun.

Kedua, menerapkan gaya hidup yang sehat. Semua masalah bisa diselesaikan selama kita memiliki kondisi tubuh yang sehat, maka sangat perlu bagi Anda untuk tetap menjaga kebugaran di masa pensiun Anda. Cobalah untuk rutin melakukan olah raga bersama keluarga atau sahabat dan teman Anda.

Ketiga, kembangkan hobi atau kegiatan positif yang dulu sempat tertunda oleh rutinitas kerja Anda. Ingat hobi atau kegiatan positif Anda sangat memungkinkan untuk dikembangkan atau bahkan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi Anda di masa pensiun.

Keempat, buatlah perencanaan anggaran keuangan sebelum masa pensiun Anda tiba, agar kelak Anda tidak mengalami masalah keuangan nantinya. Cobalah metode pendekatan keuangan yang ditawarkan oleh pihak kantor dimana Anda dulu bekerja atau bank tempat Anda menyimpan uang saat ini. Jika memungkinkan, cobalah untuk berinvestasi. Tidak harus dalam usaha yang besar, tapi yang sedang saja sehingga kemungkinan rugi bisa diminimalisir.

Kelima, terus menjaga hubungan baik dengan relasi dan teman – teman selama Anda bekerja. Terkadang, dengan tetap menjalin komunikasi yang baik, Anda tetap bisa melakukan kegiatan yang dulu sering Anda lakukan bersama atau sekedar bertukar pikiran.

Keenam, perdalam sisi spiritual Anda. Dekatkan diri Anda dengan Yang Maha Kuasa. Perbanyaklah kegiatan rohani yang mungkin selama ini tidak terlalu sering Anda lakukan karena kesibukan karir  Anda. Dengan begitu Anda akan mendapatkan ketenangan dalam batin dan psikis Anda.

Nah, luangkan waktu Anda, ikuti Workshop "Langkah Jitu Pensiun Bahagia". Daftarkan segera via email: [email protected] atau hubungi Hotline Arahkita Media Network di: 08521-855-6598. Untuk workshop maksimal peserta 20 orang.

Melalui hotline ini Anda juga bisa berkonsultasi dengan Pak Muljono. Beliau bisa dihubungi melalui: [email protected] atau melalui handphone: 0816-146-9665

 

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru