Loading
Menjalani masa pensiun dengan bahagia bersama keluarga. (Net)
Diasuh oleh: Muljono, M. Ak, CFP
MASA kerja seorang karyawan, suatu saat nanti harus berhenti lantaran umur. Kondisi ini dianggap sebagai alasan bahwa makin bertambah usia seseorang, maka produktivitas kerja kemungkinan tidak secekatan atau segesit dulu lagi. Kodrat manusia dengan segala keterbatasan ini, mau tidak mau harus diterima sebagai ‘hukum alam’ yang tidak mungkin ditolak.
Nah, kalau kenyataan ini tak bisa diubah, maka mindset kitalah yang perlu dibangun agar masa pensiun yang bakal dimasuki nanti dapat dijalani dengan bahagia. Karena cara pandang terhadap kehidupan akan menentukan kualitas hidup dan sukses yang akan kita nikmati.
Penting dapat disadari bahwa mempersiapkan pensiun dengan bahagia tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hal ini lantaran ada banyak persiapan yang harus dilakukan agar masa pensiun Anda berjalan dengan menyenangkan. Misalnya, dengan merencanaka masa pensiun, menghilangkan kebiasaan buruk, berupaya menghadapinya dengan perasaan rileks, menggunakan waktu pensiun dengan sebaik-baiknya, melakukan kegiatan selama menjalani pensiun, tetap optimis, serta berupaya senantiasa mendekatkan diri pada Tuhan.
Selain mempersiapkan perasaan dan mental, beberapa kegiatan lain perlu juga menjadi list rencana Anda menjalani masa purnabhakti. Selagi belum memasukinya, baik juga apabila Anda mulai belajar mengoleksi aset. Aset yang yang dimaksud adalah sesuatu yang punya nilai jual lebih besar di masa depan. Umumnya yang banyak dibeli tentu saja rumah dan tanah, karena kecenderungan harganya akan terus meningkat seiring waktu.
Mulainya dengan rajin mencari-cari informasi tentang aset atau investasi tersebut, syukur-syukur bila ada yang bernilai terjangkau. Tidak masalah apabila Anda tidak memanfaatkan aset tersebut saat ini. Tapi aset tersebut kelak akan membantu keuangan Anda saat sudah memasuki masa pensiun. Pastikan bahwa aset yang Anda miliki akan punya nilai jual lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Kendaraan memang termasuk aset, tapi nilai jualnya cenderung terus menurun. Namun, setidaknya Anda masih bisa memanfaatkan kendaraan untuk mobilitas Anda tanpa dipusingkan dengan biaya cicilan.
Pentingnya Berinvestasi Sejak DiniSaat Anda sudah memasuki masa pensiun, pendapatan aktif pasti akan berkurang. Untuk menutup selisih antara pendapatan sebelum dengan sesudah pensiun, Anda harus melakukan investasi. Kelak investasi ini akan menjadi pendapatan pasif yang bisa menambal kekurangan dari gaji sebagai pensiunan. Banyak pilihan yang bisa Anda lakukan dalam berinvestasi. Seperti reksadana dengan masa yang cukup panjang.
Baca juga:
Persiapan Awal Memasuki Masa PensiunIdealnya Anda sudah melakukan investasi sejak mulai bekerja. Hitungan gampangnya, jika Anda ingin pensiun di usia 55 tahun dengan kekayaan Rp 1 miliar maka jumlah yang harus disimpan per bulan adalah Rp 775.000, dengan perhitungan imbal hasil 10% per tahun. Itu bagi mereka yang mulai menyimpan dananya pada umur 30 tahun. Saat Anda baru mulai investasi pada usia 40 tahun, jumlah yang harus disimpan otomatis akan lebih besar.
Pastikan dana yang Anda investasikan berada di tangan yang benar (misalnya diawasi Otoritas Jasa Keuangan), bukan kepada investasi bodong yang kerap menjanjikan imbal hasil yang menggiurkan.
Adapun cara yang paling efektif untuk memulai investasi adalah dengan menyisihkan 15 persen dari penghasilan Anda. Apa pun kondisinya, Anda harus selalu mendisplinkan diri untuk menyisihkan sebagian dari gaji ke dalam tabungan. Rata-rata orang Amerika Serikat selalu menyisihkan 8,5% dari pendapatan per tahun untuk ditabung. Namun, angka tersebut masih belum ideal. Banyak ahli keuangan yang merekomendasikan untuk selalu menyisihkan minimal 10% dari pendapatan. Bahkan idealnya Anda bisa menyisihkan 15% dari pendapatan agar mendapatkan masa pensiun yang lebih nyaman.
Anda pun bisa melakukan upaya lain, misalnya dengan merintis usaha sampingan, selagi masih aktif bekerja di kantor. Ibarat sekoci, usaha ini akan menyelamatkan hidup Anda ketika penghasilan sudah berkurang karena pensiun. Tapi ingat, selama Anda masih aktif bekerja tetap bersikap profesional. Usaha yang Anda siapkan harus ditangani oleh orang lain. Bisa oleh istri atau orang kepercayaan Anda.
Bila cara inipun kurang Anda sukai atau memberatkan Anda, cobalah untuk mulai menekuni hobi. Setiap orang rasanya pasti punya hobi atau aktivitas di luar pekerjaan yang disukainya. Ketika menghadapi masa pensiun, coba tekuni lebih serius hobi Anda tersebut. Dalami apa pun yang terkait dengan hobi Anda. Karena hobi akan menjadi aktivitas positif yang bisa menepis kebosanan akibat tak lagi bekerja. Malahan, bila Anda mampu menjadi ahli dalam hobi tersebut, bukan mustahil akan menjadi sumber pendapatan baru di masa pensiun. Yang tidak kalah penting, Anda akan bahagia karena bisa melakukan hobi sekaligus mendapat tambahan penghasilan.
Rencanakan Kehidupan Keuangan yang SehatTidak hanya untuk kebugaran tubuh, gaya hidup sehat secara mental pun sangat dibutuhkan untuk kebugaran jiwa dan raga. Nah, rencanakan kehidupan keuangan Anda secara sehat selama Anda menjalani masa purnabhakti ini. Misalnya dengan mengusahakan tidak ada lagi cicilan apa pun ketika Anda sudah memasuki masa pensiun. Terutama cicilan yang cukup berat seperti kredit rumah atau kendaraan.
Ketika Anda masih punya cicilan yang harus dibayar secara rutin, artinya akan mengurangi jumlah pendapatan Anda. Belum lagi Anda akan direpotkan untuk mendatangi ATM atau tempat yang bisa menerima pembayaran cicilan setiap bulannya. Karena itu, pastikan semua cicilan sudah lunas sebelum Anda pensiun. Agar Anda bisa menikmati masa pensiun dengan lebih tenang dan nyaman.
Anda pun sebaiknya memiliki kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat. Karena hal ini akan meringankan beban keuangan Anda ketika mengalami sakit. Tapi, jangan lupa untuk selalu membayar iurannya. Bagi Anda yang belum memasuki usia pensiun, bisa juga dengan memiliki asuransi umum. Semakin muda usia Anda, semakin mudah dan murah biaya yang harus dibayarkan setiap bulannya. Pastikan asuransi yang Anda miliki tetap aktif ketika Anda sudah memasuki masa pensiun.
Satu hal yang perlu Anda harus sadari adalah umur yang menua memang tidak bisa ditolak. Karena itu mutlak dilakukan persiapan sejak dini untuk menghadapi masa pensiun. Tidak lagi menunggu ketika masa pensiun hanya tinggal 1-2 tahun lagi. Semakin cepat Anda menyiapkan masa pensiun, semakin nyaman hidup Anda nanti. Di masa pensiun pun kita perlu menyadari bahwa akan banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Seperti halnya kita masih muda. Untuk itulah perlu kiranya kita terus memberikan manfaat bagi banyak orang sejak dini sehingga akan memudahkan kita di usia pensiun untuk merasakan hasilnya yaitu bisa berkolaborasi antar generasi.
Karena bisa jadi diusia produktif kita terus sharing beragam ilmu yang kita miliki kepada anak-anak muda, nach di usia pensiun, banyak cerita di mana anak-anak muda melibatkan orang-orang yang berperan dalam hidupnya untuk membantu usahanya.
Masih banyak lagi aktivitas yang bisa kita manfaatkan dalam mengoptimalkan usia produktif kita sebagai investasi waktu yang nantinya akan bermanfaat di masa pensiun. Misalnya dengan membaca buku yang menyenangkan atau bermanfaat untuk Anda. Salah satunya buku berjudul Persiapan Pensiun Bahagia dan Sejahtera, yang ditulis Muljono, M Ak, CFP. Di buku ini, Anda bisa mendapatkan inspirasi menjalani masa pensiun yang terencana dan tentu membahagiakan Anda kelak.
Nah, luangkan waktu Anda, ikuti Workshop "Langkah Jitu Pensiun Bahagia". Daftarkan segera via email: [email protected] atau hubungi Hotline Arahkita Media Network di: 08521-855-6598. Untuk workshop maksimal peserta 20 orang.
Melalui hotline ini Anda juga bisa berkonsultasi dengan Pak Muljono. Beliau bisa dihubungi melalui: [email protected] atau melalui handphone: 0816-146-9665