Persiapan Awal Memasuki Masa Pensiun


 Persiapan Awal Memasuki Masa Pensiun Ilustrasi: Pasangan bahagia di masa pensiun. (Net)

Diasuh oleh: Muljono, M Ak,CFP

PENSIUN  adalah sebuah fase yang pasti terjadi di kehidupan pekerja. Agar Anda bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan nyaman.

Masa pensiun seharusnya menjadi fase indah di mana seseorang bisa menikmati hasil kerja keras mereka selama puluhan tahun. Namun rupanya, masih cukup banyak pensiunan yang justru harus mencemaskan kestabilan finansial mereka ketika mereka masuk ke fase pascapensiun. Hal ini rupanya disebabkan kurangnya persiapan pensiun yang seharusnya dilakukan sejak masih di usia produktif.

Nah, ada 4 hal yang perlu Anda lakukan dalam persiapan awal memasuki masa pensiun yakni:

  1. Siapkan mental dan psikologis
  2. Menjaga kesehatan dan kebugaran fisik
  3. Mengelola keuangan
  4. Melakukan aktivitas-aktivitas bermanfaat setelah memasuki masa pensiun.

Agar hal itu tidak terjadi maka sedini mungkin telah melakukan persiapan. Mengingat masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Malah bisa jadi justru masa pensiun adalah awal dari segalanya.

Dimana Anda perlu mandiri secara finansial, perlu mandiri secara mental karena satu persatu anak-anak sudah mulai besar dan telah memiliki kehidupannya masing-masing.

Masa pensiun sering disebut sebagai masa purnabakti atau masa berakhirnya masa bakti. Masa bakti untuk siapa? Pastinya masa bakti untuk organisasi, instansi perusahaan atau departemen terkait.

Tetapi tidak pernah berhenti masa bakti kita di usia pensiun untuk Sang Maha Pemberi kehidupan, terus membahagiakan keluarga, berkontribusi kepada lingkungan sosial, memberikan pelayanan untuk kesejahteraan.

Penyebab Pensiun adalah:

  1. Sudah mencapai usia pensiun
  2. Diberhentikan
  3. Pensiun dini
  4. Sakit yang berkepanjangan
  5. Permintaan sendiri
  6. Penyederhanaan organisasi
  7. Sesuai dengan masa jabatan

Di masa pensiun, situasi yang dihadapi adalah: Stres, Santai, Pasrah, dan Post Power Syndrome.

Masalah Besar Suami-Istri

Pensiun jadi masalah besar antar pasangan suami dan istri.

Suami biasanya: Ragu, cemas masih ada tanggungan anak, takut keahlian menurun, kurang income, bingung mengisi waktu, konflik pasutri, biaya hidup selama pensiun.

Sementara istri biasanya: Sama cemasnya dengan suami, tidak ada lagi fasilitas gratis, biaya kesehatan.

Ada dua golongan pensiun yakni:

1. Pensiun Traumatik:

Kesulitan keuangan

Kesehatan menurun

Kehilangan harga diri

Kehilangan arti atau peran

Kehilangan teman

Sumber stress

2. Pensiun Menyenangkan

Tekanan dapat dikelola

Stress yang dapat dikelola

Kesehatan terjaga

Banyak peluang untuk beraktivitas

Keluarga tetap harmonis

Perubahan yang dialami saat pensiun:

  1. Kegiatan utama sehari-hari
  2. Kegiatan kerja
  3. Pengeluaran kebutuhan hidup
  4. Status sebagai warga masyarakat
  5. Kesehatan

Penciptaan mental selalu mendahului penciptaan fisik.

Bila kita gagal merencanakan dan memvisualisasikan masa depan maka kita sedang memvisualisasikan kegagalan masa depan.

Nah, luangkan waktu Anda, ikuti Workshop "Langkah Jitu Pensiun Bahagia". Daftarkan segera via email: [email protected] atau hubungi Hotline Arahkita Media Network di: 08521-855-6598. Untuk workshop maksimal peserta 20 orang.

Melalui hotline ini Anda juga bisa berkonsultasi dengan Pak Muljono. Beliau bisa dihubungi melalui: [email protected] atau melalui handphone: 0816-146-9665

 

 

 

 

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru