Selasa, 27 Januari 2026

Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp648,75 Miliar dari Laba 2024


 Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp648,75 Miliar dari Laba 2024 Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp648,75 Miliar dari Laba 2024. (Liputan6)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - PT Semen Indonesia Tbk (SIG/SMGR) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp648,75 miliar dari laba bersih tahun buku 2024, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, serta prospek ekonomi dan industri ke depan.

"Dari total laba bersih Rp719,76 miliar, sekitar 90,13 persen dialokasikan sebagai dividen tunai dan 9,87 persen atau Rp71,02 miliar dicadangkan sebagai dana lainnya," terang Vita dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sepanjang 2024, SIG tetap mencetak kinerja positif meski menghadapi tekanan dari kelebihan pasokan semen, ketatnya persaingan, melemahnya daya beli masyarakat, serta melambatnya proyek infrastruktur.

SIG mempertahankan pangsa pasar sebesar 48,2 persen pada akhir 2024, melalui strategi micro-market di segmen ritel dan proyek infrastruktur, serta upaya efisiensi dan peningkatan keberlanjutan.

Penetapan sebagian laba sebagai cadangan, menurut Vita, bertujuan memperkuat struktur permodalan dan menjaga kelangsungan operasional di tengah tantangan pasar tahun ini.

Dalam RUPST, para pemegang saham juga menyetujui kegiatan usaha baru yang telah tercantum dalam anggaran dasar, yaitu dalam rangka optimalisasi komersialisasi solusi bata interlock presisi, yang merupakan produk turunan semen hijau SIG untuk solusi pembangunan rumah yang efisien, lebih cepat dibangun, tahan gempa dan lebih rendah karbon.

Bata interlock presisi juga ditawarkan sebagai solusi dalam program 3 juta rumah yang diharapkan juga akan menjadi stimulan pemulihan kinerja industri bahan bangunan.

"Kegiatan usaha baru ini telah dinyatakan layak melalui studi kelayakan bisnis yang diterbitkan oleh penilai independen yang telah ditunjuk oleh perseroan. SIG menyakini, pelaksanaan kegiatan usaha baru ini akan meningkatkan daya saing usaha dan kinerja perseroan," ujar Vita dikutip Antara.

Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.

Para pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Budi Waseso sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Sony Subrata sebagai Komisaris, Yustinus Prastowo sebagai Komisaris, Donny Arsal sebagai Direktur Utama, Yosviandri sebagai Direktur Supply Chain, Agung Wiharto sebagai Direktur SDM dan Umum, dan Subhan sebagai Direktur Bisnis dan Pemasaran.

RUPST mengubah nomenklatur jabatan direksi perseroan yaitu semula Direktur Supply Chain menjadi Direktur Sales dan Marketing, Direktur Bisnis dan Pemasaran menjadi Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategy, Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio menjadi Direktur Keuangan dan Risk Management.

Rapat juga menambah nomenklatur jabatan direksi perseroan yaitu Wakil Direktur Utama dan mengalihkan Andriano Hosny Panangian dari Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio menjadi Wakil Direktur Utama.

Selanjutnya, rapat mengangkat Sigit Widyawan sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Christina Aryani sebagai Komisaris, Satya Bhakti Parikesit sebagai Komisaris, dan Agung Budi Mulyanto sebagai Komisaris Independen.

Kemudian, mengangkat Indrieffouny Indra sebagai Direktur Utama, Dicky Saelan sebagai Direktur Sales dan Marketing, Dennis Pratistha sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategy, Sigit Prastowo sebagai Direktur Keuangan dan Risk Management, serta Hadi Setiadi sebagai Direktur Human Capital.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru