Loading
Trump Keluarkan Ancaman Pajak 50 Persen Atas BarangBarang Uni Eropa The Indep
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pasar saham dunia kemarin ditutup anjlok tajam setelah presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali ketakutan akan perang dagang dengan mengancam akan mengenakan tarif tinggi pada Uni Eropa dan raksasa telepon pintar Apple.
Saham Eropa turun 1,7 persen, S&P 500 AS turun 1,1 persen pada perdagangan awal dan Nasdaq yang sarat teknologi turun 1,6 persen. Dow Jones Industrial Average turun 408 poin, atau 1 persen.
Trump mengancam akan mengenakan pajak 50 persen mulai bulan depan atas semua impor ke AS dari Uni Eropa, termasuk obat-obatan dan barang-barang mewah.
Ia juga memperingatkan Apple dan Samsung tentang tarif 25 persen atas semua iPhone yang diproduksi di luar Amerika Serikat tetapi dijual di sana.
"Ancaman terbaru ini lebih buruk daripada skenario terburuk," kata Fiona Cincotta, analis pasar senior di City Index dilansir The Independent.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 1,9 persen pada sore hari Jumat, dan ditutup turun 0,93 persen untuk mencatat penurunan mingguan pertama kalinya dalam lima minggu.
Indeks Volatilitas Euro STOXX melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat minggu.
Indeks saham di Prancis, Spanyol, dan Italia turun antara 2,3 persen dan 2,8 persen.
Indeks saham unggulan Inggris FTSE-100 turun 0,6 persen setelah pulih sedikit dari penurunan yang lebih tajam.
Indeks DAX Jerman turun 2,1 persen, setelah naik mendekati level tertinggi sepanjang masa di awal hari, karena berita ekonomi.
Saham produsen mobil dan perusahaan mewah Jerman, beberapa terdampak sangat cepat. Saham Porsche turun 3,93 persen, Mercedes (3,99 persen), dan BMW (3,71 persen) semuanya berakhir turun karena berita tersebut.
Namun, obligasi pemerintah di AS dan Eropa menguat, karena aset tersebut tiba-tiba disukai pembeli yang mencari perlindungan.
Presiden AS mengklaim di jejaring sosial Truth Social miliknya: "Uni Eropa, yang dibentuk dengan tujuan utama memanfaatkan Amerika Serikat dalam perdagangan, sangat sulit dihadapi."
Ia kemudian mengumumkan bahwa Apple akan dikenai tarif sebesar 25 persen jika ponsel yang dijual di AS tidak dibuat di AS, yang menyebabkan saham pembuat iPhone itu turun hampir 4 persen dalam perdagangan pra-pasar. Trump kemudian menambahkan bahwa tarif tersebut juga akan berlaku untuk perusahaan ponsel asing lainnya.
Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengatakan bahwa ia terkejut melihat bagaimana UE "hanya bertahan" dan menolak bernegosiasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Inggris. Trump disebut kesal dengan ancaman tarif balasan dari Brussels.
Komisi UE menolak berkomentar, dengan mengatakan akan menunggu panggilan telepon antara kepala perdagangan UE Maros Sefcovic dan mitranya dari AS Jamieson Greer nanti.
Perdana Menteri Belanda Dick Schoof mengatakan ia mengharapkan tanggapan yang tenang dan tegas dari UE.
Sementara Inggris yang hanya menghadapi tarif sebesar 10 persen, diperingatkan oleh seorang pakar perdagangan terkemuka Marco Forgione, direktur jenderal Chartered Institute of Exports and International Trade tentang konsekuensi yang berpotensi mengerikan di Inggris juga.
“Ada risiko yang cukup besar bahwa dalam jangka pendek, Inggris dapat terjebak dalam perang tarif yang saling balas, khususnya dampaknya terhadap Irlandia Utara," katanya.