Penandatangan Rencana Kerja Sama Senilai 15 Juta Dolar AS, RI-Tiongkok


 Penandatangan Rencana Kerja Sama Senilai 15 Juta Dolar AS,  RI-Tiongkok Penandatanganan rencana kerjasama antara RI dan Tiongkok di Beijing (Dok. Kemenlu RI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dalam sebuah pertemuan, Indonesia - China Business Forum on Investment and Trade 2018, telah dilakukan penandatanganan rencana kerjasama antara PT Tangshan Jin Hendong Bicycle Parts dengan PT Terang Dunia Internusa senilai 15 juta Dollar AS untuk membangun pabrik furniture baja di Indonesia.

Seperti yang disiarkan pihak Kementerian Luar Negeri RI, di Jakarta, Jumat (28/9/2018), dalam kesempatan itu, ditandatangani pula rencana kerja sama antara Zhengde Waste Technology AG, CRCC Investment Group Limited, dan Indonesia – China Business Council (ICBC) dengan nilai potensi investasi untuk 5 tahun ke depan sebesar 5 Milyar Dollar AS untuk membangun pabrik energi sampah di Indonesia.

Forum ini bertujuan membahas potensi investasi dan perdagangan, juga untuk mempertemukan partner bisnis yang sesuai bidang tersebut agar terjadi kerjasama yang konkrit. Forum Bisnis tersebut diharapkan dapat mempercepat dunia usaha dalam melakukan kerja sama kongkrit di antara kedua negara.

Forum dihadiri oleh sekitar 200 pebisnis baik dari Indonesia maupun Tiongkok, yang membahas mengenai investasi dan perdagangan di bidang infrastruktur dan pertambangan, ekonomi digital dan kreatif ekonomi, serta produk pertanian dan makanan minuman.

Pertemuan ini merupakan bagian kemitraan Kedutaan Besar RI Beijing dengan Kemenko Maritim, BKPM,Kementerian Pariwisata, Inacham, serta sejumlah pihak yaitu Vmate App (Alibaba), CFLD, Kapal Api, Indofood, Papatonk, Mayora, Iflytek, dan Gezhouba. Tema yang diusung pada even yang berlangsung 26 September lalu adalah "Doing Business with Wonderful Indonesia" dan bertempat di Hotel Four Seasons Beijing.

Dalam pidatonya saat membuka Forum Bisnis, Dubes RI Djauhari Oratmangun menegaskan pentingnya Forum ini untuk membahas berbagai peluang investasi dan perdagangan yang dapat mendorong terwujudnya kerja sama kongkrit antara dunia usaha kedua negara.

Dalam sesi digital and creative economy, Ketua Inacham (Indonesian Chamber of Commerce di Tiongkok), Forum membahas pengembangan potensi dan kesempatan berbisnis di berbagai bidang dengan melibatkan teknologi IT, seperti yang dilakukan oleh Glexindo untuk mendorong ekspor Indonesia di dunia internasional.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru