Loading
Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Thomas Lembong (Strait Times)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sepanjang 2017 ini, Singapura menjadi negara paling banyak berinvestasi di Indonesia sebesar US$ 8,4 miliar.
Posisi kedua ditempati Jepang dengan investasi US$ 5 miliar, diikuti Tiongkok dengan US$ 3,4 miliar, Hong Kong senilai US$ 2,1 miliar, dan di posisi kelima Korea Selatan dengan US$ 2 miliar.
Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Thomas Lembong mengatakan, tingginya investasi Singapura dan Hong Kong lantaran kedua negara itu adalah agregator atau pengumpul karena merupakan hub finansial.
"Pelan-pelan saya mau mendorong supaya kami mau mencari, di belakangnya Singapura itu kira-kira siapa? Di belakang Hong Kong itu sebenarnya siapa?" kata Thomas di kantornya, Selasa (30/1/2018).
Thomas akui bahwa uang warga Indonesia sendiri juga banyak terdapat di Singapura. Menurut dia, sah saja jika uang orang Indonesia yang diparkir di Singapura bisa masuk lagi ke Indonesia dalam bentuk penanaman modal asing (PMA).
"Dugaan saya investasi Singapura juga banyak dari India dan Eropa. Kita hanya melihat sebatas lahan pertamanya saja. Dalam tahun berikutnya, harus kita perbaiki dan menelusuri siapa di belakang Singapura dan Hong Kong," ujarnya.
Thomas menduga pertumbuhan investasi Tiongkok akan tetap kuat pada masa mendatang. Dia pun meyakini porsi investasi Tiongkok juga terdapat dalam investasi Singapura dan Hong Kong yang tinggi.
"Saya yakin dari Hong Kong dan Singapura ada porsi dari Tiongkok. Tiongkok ini pertumbuhannya tetap kuat dan trennya akan bertahan," pungkasnya.
BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2017 mencapai Rp 692,8 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.
Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang 2017 mencapai Rp 262,3 triliun, naik 21,3 persen dibanding capaian 2016 sebesar Rp 216,2 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 430,5 triliun, naik 8,5 persen dibanding capaian 2016 sebesar Rp 396,6 triliun. (NNC)