Loading
Ilustrasi: pixabay.com
JAKARTA, ARAHDESTINASI.COM - Data terbaru yang diungkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO), menunjukkan bahwa sektor pariwisata terutama perhotelan menyumbang hampir dua pertiga dari seluruh investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI).
Dalam keterangan di laman resmi UNWTO disebutkan, laporan tentang investasi asing didapat berdasarkan data fDI markets dan data pariwisata internasional yang dikumpulkan UNWTO. Data-data tersebut kemudian diolah dan dikelompokkan berdasarkan wilayah untuk mendapatkan gambaran global tentang pertumbuhan investasi asing sektor pariwisata.
Berikut rangkuman yang dirilis UNWTO:- Jumlah FDI di klaster pariwisata tumbuh sebesar 23% dari 286 investasi pada 2021 menjadi 352 pada 2022.- Penciptaan lapangan kerja sebagai dampak dari investasi asing otomatis meningkat sebesar 23% pada periode yang sama mejadi 36.400 lapangan kerja baru pada 2022.- Wilayah yang menjadi tujuan utama penanaman modal asing di sektor pariwisata adalah Eropa Barat dengan 143 investasi dengan nilai gabungan sebesar US$2,2 miliar.- Jumlah proyek dengan investasi asing di kawasan Asia Pasifik meningkat sebesar 2,4% menjadi 42 proyek di tahun 2022.- Sektor pariwisata terutama perhotelan menyumbang hampir dua pertiga dari seluruh proyek investasi asing antara 2018 hingga 2022. - Proyek yang didanai investasi asing meningkat 25% dari tahun 2021 ke 2022.- Tiga perusahaan dari Amerika Utara dan Asia Pasifik masuk dalam daftar 10 investor terbesar yang menanamkan investasi asing langsung atau FDI selama kurun 2018 hingga 2022. - Sisa dari daftar 10 besar perusahaan yang menanamkan FDI pariwisata didominasi perusahaan dari Eropa, di antaranya Melia yang berbasis di Spanyol, Intercontinental Hotel Group yang berbasis di Inggris, Accor berbasis di Prancis, dan Selina juga dari Inggris.
Dalam laporan UNWTO disebutkan bahwa FDI Greenfield atau investasi asing dimana perusahaan beroperasi langsung di negara tempat investasi ditanam, sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Namun, saat ini FDI Greenfield kembali bergerak.
Itu sebabnya, UNWTO menyoroti pentingnya investasi di bidang pendidikan, untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja profesional di bidang pariwisata, baik melalui pendidikan kejuruan mau pun teknis. Investasi bidang pendidikan dinilai sangat penting untuk meningkatkan daya saing, mengimbangi beroperasinya investasi asing yang otomatis akan membuka lapangan kerja baru.
“Hanya dengan cara meningkatkan pendidikan dan keterampilan, kita bisa membekali generasi muda, “ ujar Zurab pololikashvili, sekertaris jenderal UNWTO.
Direktur Eksekutif UNWTO Natalia Bayona menekankan bahwa inovasi dan pendidikan merupakan investasi strategis agar bisa beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berkembang.
“Tenaga profesional dan tenaga kerja kejuruan akan mengisi peluang kerja berkualitas dengan peningkatan upah rata-rata di rantai pariwisata,” pungkasnya.