Jumat, 23 Januari 2026

Prediksi Sri Mulyani soal Perang Dagang AS - China


 Prediksi Sri Mulyani soal Perang Dagang AS - China Sri Mulyani Indrawati (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akui perang dagang Beijing versus Washington belum akan mereda dalam waktu dekat. "Perlu kita waspadai adalah sinyal bahwa situasi ini tidak akan reda dalam jangka pendek karena pola konfrontasi sangat head to head, sehingga untuk dua negara besar ini face saving atau diplomasi mentone-down menjadi lebih sulit dan artinya ketegangan ini akan mewarnai cukup panjang," ujar Sri Mulyani di Jakarta.

Ketegangan perdagangan ini masih akan cukup panjang, dimana tercermin dari China yang mendapatkan dampak perlambatan ekonomi. "Kalau stimulasi yang dilakukan tidak pengaruh ke sektor keuangan, ini akan menekan kondisi masing-masing negara. Sementara di AS jika kenaikan harga memunculkan inflasi, maka pengaruhnya dua yakni suku bunga meningkat dan penurunan daya beli. Keduanya tidak bagus untuk dunia," jelasnya.

Terkait kondisi ketidakpastian perdagangan yang membayangi, Sri Mulyani menegaskan bakal terus secara intens memperhatikan pengaruhnya ke ekonomi global. Seperti dampak terjadinya perlambatan pada pertumbuhan dan perdagangan di Indonesia. "Untuk negara seperti kita yang masih tergantung ke external balance, ini berarti kita tidak mungkin mengandalkan ekspor sebagai mesin pertumbuhan," paparnya.

Meski begitu lanjutnya, ada sisi positif yang didapatkan yakni ada banyak barang yang tadinya kita impor untuk menopang industri, jadi tersedia. Hal ini berarti mempengaruhi industrialisasi yang dicanangkan oleh pemerintah. "Jadi semuanya berkaitan, artinya ekonomi sedang dalam tekanan global yang sangat serius saat ada ketidakpastian. Kita harus lihat aspek domestik dan ini kewaspadaan bagi kita," terang dia.

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru