DPRD Gorontalo Utara Terus Dorong Pengelolaan BUMDes


 DPRD Gorontalo Utara Terus Dorong Pengelolaan BUMDes Rapat kerja komisi gabungan DPRD Gorontalo Utara. (Antaranews)

GORONTALO, ARAHKITA.COM - DPRD Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, terus mendorong pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di 123 desa tersebar di 11 kecamatan.

"Salah satu komunikasi yang dibangun DPRD dengan pemerintah desa adalah mendorong pengelolaan Bumdes yang mampu memberikan dampak perekonomian maju bagi desa dan daerah ini. Pemerintah desa perlu berupaya lebih keras dan giat lagi mendorong para pengelola BUMDes untuk melahirkan inovasi-inovasi yang akan menguntungkan desa dari segi pendapatan," kata Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Djafar Ismail, di Gorontalo, Minggu (12/5/2019).

Ia berharap, akan terwujud pengelolaan BUMDes menjadi ikon perekonomian desa yang maju dan menyejahterakan masyarakatnya di antara ratusan desa yang ada.

Keberadaan BUMDes juga diharapkan menjawab keinginan masyarakat dalam memajukan desanya, serta hasilnya dapat dinikmati secara merata.

"Banyak sekali potensi desa yang belum dikelola dengan baik dan optimal, maka peran Bumdes dituntut mampu menjadikannya sebagai sumber pendapatan desa," ujarnya.

Hal yang sama diungkap Ketua Komisi II DPRD, Hitler Datau yang menilai peran Bumdes sangat positif dalam pengelolaan berbagai sektor yang dapat meningkatkan pendapatan perekonomian di setiap desa, seperti di sektor pertanian, sebab banyak keperluan petani yang belum terpenuhi secara maksimal, baik pupuk, bibit maupun modal tanam dan pemeliharaan.

"Jika Bumdes mampu menangkap peluang itu, maka dampaknya akan sangat menguntungkan petani dan memaksimalkan pengelolaan BUMDes di sektor jasa usaha pertanian," ujarnya.

Hitlert mengatakan pihaknya akan turun meninjau pengelolaan BUMDes di setiap desa. Harapannya pengurus BUMDes akan lebih termotivasi dan melahirkan banyak inovasi dalam pengelolaan BUMDes yang mampu menjadi sumber pendapatan abadi yang menguntungkan masyarakat dan memakmurkan desa.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru