Sabtu, 15 Agustus 2026

MRT Jakarta: Pengembangan TOD Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Transit


  MRT Jakarta: Pengembangan TOD Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Transit TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan. Tidak hanya menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi, TOD juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi aktivitas bisnis, investasi, hingga peningkatan kualitas ruang kota.

Hal tersebut disampaikan TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Sagita Devi, dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Sagita, pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT mampu mengubah kawasan transit menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Pengembangan di area TOD memberikan multiplier effect, mentransformasi ruang transit kota menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak positif tersebut terlihat dari meningkatnya tingkat okupansi bangunan, hadirnya berbagai jenis usaha dan ruang komersial baru, hingga bertambahnya jumlah penumpang transportasi publik.

MRT Jadi Katalis Regenerasi Kota

Sagita menuturkan, MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi massal, tetapi juga menjadi katalis regenerasi kawasan perkotaan.

Melalui konsep TOD, pengembangan kota dilakukan dengan mengedepankan transportasi publik yang andal, integrasi antarmoda, revitalisasi ruang publik, serta konektivitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Salah satu fokus utama pengembangan TOD adalah menciptakan konektivitas pejalan kaki yang nyaman melalui integrasi mulus (seamless) antara stasiun, gedung, dan fasilitas publik. Selain itu, MRT Jakarta juga terus mengembangkan infrastruktur pendukung, termasuk sistem parkir yang terintegrasi serta pengelolaan operasionalnya.

Kawasan Mixed-Use dan Optimalisasi Aset

MRT Jakarta juga mengembangkan kawasan mixed-use, yakni kawasan yang menggabungkan fungsi komersial, hunian, ruang publik, dan transportasi dalam satu ekosistem. Salah satu contoh penerapannya adalah Transport Hub Dukuh Atas.

Tak hanya itu, optimalisasi aset di sekitar kawasan transit menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi kawasan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kolaborasi dengan BUMD lain, hingga kerja sama dengan sektor swasta dalam pengembangan kawasan.

"Optimalisasi aset dilakukan untuk meningkatkan value kawasan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," jelas Sagita.

Blok M Hub Jadi Contoh Transit yang Hidup

Konsep TOD juga diwujudkan melalui pengembangan kawasan Blok M Hub yang kini berkembang menjadi ruang publik modern, inklusif, sekaligus destinasi baru masyarakat.

Menurut Sagita, kawasan tersebut menjadi contoh bagaimana komersialisasi transit mampu menciptakan infrastruktur yang lebih mandiri (self-sustained infrastructure), sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun.

Dukung Pariwisata Jakarta

Selain memperkuat ekonomi lokal, TOD juga diyakini mampu meningkatkan daya tarik pariwisata perkotaan Jakarta.

Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan Dukuh Atas yang terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi, termasuk kereta bandara melalui jaringan pedestrian yang nyaman.

Dengan konsep tersebut, wisatawan yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dapat langsung menuju pusat kota menggunakan transportasi publik dan menikmati berbagai fasilitas seperti hotel, pusat bisnis, ruang publik, hingga kawasan komersial yang terintegrasi.

"Harapannya wisatawan dari bandara dapat langsung menuju pusat kota melalui kereta bandara, turun di Dukuh Atas, kemudian memanfaatkan kawasan mixed-use yang sudah terintegrasi, termasuk hotel dan fasilitas lainnya," kata Sagita dikutip Antara.

Ia menambahkan, pengembangan jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan saling terhubung menjadi kunci agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Pengembangan TOD pun diharapkan terus memperkuat wajah Jakarta sebagai kota modern yang mengedepankan mobilitas berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru