Selasa, 25 Agustus 2026

Apindo Minta Kepastian Kebijakan Moneter Usai Perry Warjiyo Mundur


 Apindo Minta Kepastian Kebijakan Moneter Usai Perry Warjiyo Mundur Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kepastian arah kebijakan moneter nasional menjadi hal yang sangat penting bagi dunia usaha di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan dunia usaha menghormati keputusan Perry Warjiyo sekaligus mengapresiasi kontribusinya dalam menjaga stabilitas sektor moneter dan keuangan nasional selama memimpin Bank Indonesia.

"Yang menjadi perhatian kami adalah kepastian arah kebijakan moneter ini sangat penting untuk kita bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada, apalagi dengan adanya ketidakpastian global dengan dinamika perdagangan," ujar Shinta dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Shinta, proses transisi kepemimpinan BI harus mampu menjaga kepercayaan pasar dan memastikan kesinambungan kebijakan moneter tetap berjalan. Saat ini, jabatan Gubernur BI dijalankan sementara oleh Destry Damayanti.

Ia menilai rekam jejak Destry selama ini memberikan keyakinan bahwa kebijakan yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan sehingga pelaku pasar tidak perlu khawatir. Namun demikian, kepastian mengenai kepemimpinan definitif tetap dibutuhkan agar tidak menimbulkan sikap wait and see yang berkepanjangan.

"Yang penting ini kan sekarang, yang namanya wait and see ini karena perlu kepastian. Tentunya kalau sementara, interim, Bu Destry, kita sudah tahu kinerjanya dan ini pasti melanjutkan apa yang sudah dilakukan saat ini. Jadi kita tidak perlu khawatir. Namun, dengan kondisi yang ada, tentunya perlu kepastian yang lebih cepat," katanya.

Shinta menambahkan, kepastian arah kebijakan moneter akan menjadi modal penting bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan geoekonomi global. Stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan tingkat volatilitas pasar dinilai sangat memengaruhi aktivitas industri maupun investasi.

"Tentunya selama ini yang jadi kunci selalu volatilitas dan nilai rupiahnya, inflasinya, ini semua kan sangat berperan. Jadi mungkin ini menjadi satu hal yang sangat penting, terutama bagi pelaku industri yang berkaitan langsung dengan hal tersebut," ujarnya.

Ia juga memperkirakan pelaku pasar akan melakukan penilaian ulang (reassessment) terhadap arah kebijakan Bank Indonesia selama masa transisi kepemimpinan.

"Tapi mungkin pelaku pasar akan melihat, melakukan reassessment untuk melihat nantinya seperti apa. Jadi transisi kepemimpinannya bakal seperti apa, mungkin ini yang menjadi catatan," kata Shinta dikutip Antara.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Prasetyo, surat pengunduran diri tersebut telah diterima pemerintah secara resmi pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, proses pengisian jabatan Gubernur BI akan dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru