Sabtu, 15 Agustus 2026

Kadin Sebut Fesyen, Farmasi, dan Industri Halal Jadi Andalan Ekonomi Syariah Indonesia


 Kadin Sebut Fesyen, Farmasi, dan Industri Halal Jadi Andalan Ekonomi Syariah Indonesia Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). (ANTARA/HO-Kadin)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah global. Modal tersebut berasal dari sejumlah sektor unggulan yang terus berkembang, mulai dari industri fesyen muslim, wisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik halal, hingga industri makanan halal.

Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, mengatakan permintaan produk halal di pasar internasional terus meningkat. Kondisi ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat daya saing di tingkat global.

Menurut Titi, sektor-sektor unggulan tersebut perlu terus didorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam rantai nilai ekonomi syariah dunia.

Pemerintah sendiri telah menargetkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan tiga pilar utama, yakni industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang saling terintegrasi.

Tantangan Masih Besar

Meski memiliki potensi yang sangat kuat, Titi mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah konsentrasi kepemilikan modal, kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku usaha.

Karena itu, penguatan ekonomi umat harus diiringi dengan kemudahan akses pembiayaan, percepatan sertifikasi halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta digitalisasi usaha agar mampu bersaing di era ekonomi modern.

Digitalisasi Jadi Kunci

Menurut Titi, transformasi digital merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha dikutip Antara.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan infrastruktur pusat data nasional, hingga peningkatan literasi digital diyakini mampu membantu UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan produktivitas.

Selain digitalisasi, Kadin juga mendorong percepatan ekonomi hijau melalui pengembangan energi terbarukan, perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, serta hilirisasi sumber daya alam guna memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

Lima Rekomendasi Strategis

Dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Titi menegaskan komitmen Kadin Indonesia untuk memperkuat ekonomi umat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kadin menyampaikan lima rekomendasi strategis, yaitu:

  • memperkuat regulasi yang berpihak kepada UMKM;

  • mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi;

  • meningkatkan investasi infrastruktur serta reformasi birokrasi;

  • mempercepat hilirisasi industri dan transisi menuju ekonomi hijau; serta

  • memperluas literasi digital dan akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki kesempatan besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia, asalkan didukung kebijakan yang tepat, inovasi digital, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru