Sabtu, 15 Agustus 2026

IHSG Melonjak 1,5 Persen, Saham Energi dan Komoditas Jadi Motor Penguatan


 IHSG Melonjak 1,5 Persen, Saham Energi dan Komoditas Jadi Motor Penguatan IHSG menguat pagi ini (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama, Kamis (23/7/2026), dengan kenaikan signifikan. Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham sektor energi, komoditas, dan emiten konglomerasi yang mendapat sentimen positif dari lonjakan harga minyak dunia.

IHSG ditutup naik 95,67 poin atau 1,51 persen ke level 6.430,15. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 6,20 poin atau 0,98 persen ke posisi 638,75.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan penguatan IHSG dipicu oleh menguatnya saham-saham komoditas energi dan emas, seiring kenaikan harga minyak mentah dan emas di pasar global. Kondisi tersebut dipengaruhi kembali meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Penguatan IHSG hari ini kami perkirakan didorong oleh emiten konglomerasi serta saham-saham komoditas energi dan emas, di tengah kenaikan harga minyak mentah dan emas akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah," ujar Herditya.

Sepanjang sesi pertama perdagangan, sektor energi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 4,32 persen, disusul sektor barang baku yang meningkat 2,71 persen. Kinerja positif kedua sektor tersebut menjadi penopang utama laju IHSG.

Melihat tren tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga menguji area 6.447–6.476 pada perdagangan hari ini.

Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan

Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu katalis utama pergerakan pasar. Minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan setelah serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global.

Hingga pukul 12.45 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,37 persen menjadi sekitar 88,02 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent menguat 2,01 persen ke level sekitar 95,96 dolar AS per barel.

Di sisi lain, harga emas juga mengalami penguatan hingga sekitar 4.130 dolar AS per ons, didorong meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dikutip Antara.

Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi. Hingga penutupan sesi pertama, tercatat 1,728 juta transaksi dengan volume perdagangan mencapai 32,18 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp11,86 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 470 saham menguat, 175 saham melemah, dan 320 saham bergerak stagnan.

Bursa Asia Kompak Menghijau

Sentimen positif juga terlihat di bursa saham Asia. Sejumlah indeks utama bergerak di zona hijau, di antaranya Nikkei naik 0,83 persen, Shanghai menguat 0,24 persen, Hang Seng bertambah 1,23 persen, Kospi melonjak 4,33 persen, dan Shenzhen naik 0,12 persen.

Penguatan mayoritas bursa regional turut memberikan dukungan terhadap optimisme pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru