Sabtu, 15 Agustus 2026

Indonesia dan Chile Sepakat Perluas Kerja Sama, dari Mineral Kritis hingga Kesehatan


 Indonesia dan Chile Sepakat Perluas Kerja Sama, dari Mineral Kritis hingga Kesehatan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono (kanan) dan Menteri Luar Negeri Chile Francisco Pérez Mackenna (kiri) menghadiri pertemuan di Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-Akun X Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hubungan Indonesia dan Chile memasuki babak baru. Memperingati 60 tahun hubungan diplomatik, kedua negara sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis yang dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya memperkuat perdagangan, Indonesia dan Chile juga membuka peluang kolaborasi di bidang pengolahan mineral kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, hingga pelayanan kesehatan. Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara ingin membangun kemitraan yang lebih luas dan bernilai jangka panjang.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Chile Francisco Pérez Mackenna di Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, meliputi mineral kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pertanian, dan kesehatan," ujar Sugiono melalui akun media sosial resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Selain kerja sama antarpemerintah, kedua menteri juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha atau business-to-business sebagai kunci untuk mengoptimalkan implementasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Kerja sama ekonomi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, serta mendorong perusahaan dari kedua negara menjalin kemitraan yang saling menguntungkan.

Indonesia dan Chile juga kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat solidaritas negara-negara Selatan Global (Global South) dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Sugiono, pertemuan bilateral kali ini memiliki makna khusus karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Chile dikutip Antara.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mencatat bahwa kerja sama ekonomi kedua negara terus berkembang sejak penandatanganan IC-CEPA pada 14 Desember 2017. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Agustus 2019.

Kerja sama kemudian diperluas melalui penandatanganan kesepakatan sektor jasa pada 21 November 2022. Indonesia juga telah meratifikasi Protokol Perdagangan dan Jasa dalam IC-CEPA pada awal 2025.

Melalui perjanjian tersebut, sebanyak 6.704 produk Indonesia memperoleh fasilitas tarif bea masuk 0 persen ke pasar Chile. Produk-produk tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan, hingga industri.

Tak hanya perdagangan barang, IC-CEPA juga mencakup kerja sama promosi investasi, penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), pariwisata, logistik, transportasi internasional, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Kinerja perdagangan kedua negara pun menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Chile sepanjang 2025 mencapai 535,51 juta dolar AS, meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah produk Indonesia juga semakin kompetitif di pasar Chile, terutama produk otomotif, pupuk, dan alas kaki, yang terus mencatatkan pertumbuhan ekspor.

 

 

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru