Plaza Seremoni IKN tampak dari udara. (ANTARA/HO-Humas OIKN)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Masuknya investasi asing senilai Rp1,25 triliun ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai bukan sekadar menambah proyek pembangunan baru. Kehadiran modal tersebut diperkirakan akan memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya. Selain mempercepat pembangunan kawasan inti, investasi juga diyakini membawa efek berganda melalui peningkatan infrastruktur, konektivitas, hingga peluang usaha bagi masyarakat.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan investasi yang mulai mengalir ke IKN menjadi sinyal positif bagi terbentuknya kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
"Kalau investasi masuk ke IKN saya rasa ini mendorong tumbuhnya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah," kata Esther saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Menurut Esther, manfaat investasi tidak hanya dirasakan di kawasan inti pemerintahan, tetapi juga akan menyebar ke wilayah penyangga. Pembangunan jalan, peningkatan konektivitas, hingga penguatan jaringan listrik pintar akan menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi baru.
Ia menjelaskan, semakin baik infrastruktur yang tersedia, semakin besar pula peluang masuknya investasi lanjutan, berkembangnya usaha, hingga terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"Dengan investasi masuk ke IKN, maka daerah sekitar IKN mendapat akses jalan yang lebih baik, konektivitas lancar, dan jaringan listrik pintar," ujarnya dikutip Antara.
Optimisme tersebut muncul setelah investor asal China, PT Star Bright International Investment yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group, memulai pembangunan proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub-Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada Rabu (15/7/2026).
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi itu akan menghadirkan apartemen, restoran, area ritel, serta perkantoran dalam satu kawasan terpadu.
Hunian yang dibangun menawarkan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur lengkap dengan ruang keluarga. Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, hingga ruang terbuka hijau.
Seluruh pembangunan dirancang mengusung konsep berkelanjutan yang sejalan dengan visi pengembangan IKN sebagai kota pintar dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi proyek memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pusat pemerintahan.
"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini, kita dapat melihat istana negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada 2028," ujar Basuki.