Selasa, 25 Agustus 2026

LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Proyek Rp340 Triliun Ini Disiapkan Jadi Pusat Energi Indonesia Timur


 LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Proyek Rp340 Triliun Ini Disiapkan Jadi Pusat Energi Indonesia Timur Ilustrasi - Kilang minyak lepas pantai. ANTARA/Shutterstock/pri

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan sektor energi. Proyek gas alam cair (LNG) Abadi Masela yang selama bertahun-tahun dinantikan akhirnya memasuki tahap konstruksi melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Proyek strategis nasional ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur. Tak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan timur sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan groundbreaking tersebut menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Menurutnya, kehadiran proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain menciptakan lapangan kerja, proyek tersebut juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

LNG Abadi Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi mencapai sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp340 triliun.

Produksi Energi Skala Besar

Setelah beroperasi, proyek ini dirancang mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA). Selain itu, fasilitas tersebut juga akan memasok gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat setiap hari.

Produksi tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mendukung kebutuhan industri dalam negeri dikutip Antara.

Penantian Hampir Tiga Dekade

Perjalanan LNG Abadi Masela bukanlah proses yang singkat. Proyek ini memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak kontrak pertama ditandatangani pada 1998.

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang ditetapkan. Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama juga terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan pada akhir 2026.

Proyek LNG Pertama dengan Teknologi CCS

Keunggulan lain dari LNG Abadi Masela adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan. Teknologi ini memungkinkan emisi karbon ditangkap dan disimpan sehingga dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Prasetyo menegaskan langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan sektor energi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari transisi energi nasional.

Kontribusi Besar bagi Perekonomian

Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan proyek LNG Abadi Masela akan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga sekitar 137,7 miliar dolar AS sampai tahun 2055.

Selama masa konstruksi, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung, sekaligus meningkatkan penerimaan negara maupun daerah.

Pemerintah menegaskan pembangunan proyek strategis nasional akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Selain meningkatkan produksi energi nasional, proyek ini diharapkan memperkuat industri dalam negeri, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru