Karyawan memperlihatkan fitur pembayaran sertifikasi halal Muamalat DIN. ANTARA/HO-Bank Muamalat
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Minat pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi halal secara digital terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya transaksi pembayaran biaya sertifikasi halal melalui PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang tumbuh signifikan sepanjang semester pertama 2026.
Data Bank Muamalat mencatat, nilai pembayaran biaya sertifikasi halal secara daring ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) meningkat 30,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026. Tak hanya nilai transaksi, jumlah transaksi juga melonjak 49,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan layanan digital oleh pelaku usaha sekaligus menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem halal nasional.
Menurut Ricky, kemudahan pembayaran sertifikasi halal secara online merupakan bagian dari komitmen Bank Muamalat dalam mendukung percepatan industri halal di Indonesia.
"Sertifikasi halal perlu dihubungkan dengan transaksi halal sehingga ekonomi syariah mendapatkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai kemajuan teknologi digital menjadi peluang besar bagi industri keuangan syariah untuk berkembang lebih luas. Dengan sistem yang terintegrasi, sertifikasi halal tidak hanya menjadi persyaratan produk, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk berbagai layanan keuangan syariah.
"Dengan pendekatan digital, sertifikasi halal produk diharapkan dapat dikembangkan sebagai gerbang transaksi, mulai dari pembayaran, pembiayaan hingga pengelolaan dana syariah secara terintegrasi," kata Ricky dikutip Antara.
Perkuat Ekosistem Halal Digital
Bank Muamalat menyatakan terus meningkatkan kapabilitas infrastruktur digital agar semakin terintegrasi dengan ekosistem halal nasional.
Di tengah berkembangnya gaya hidup halal (halal lifestyle), integrasi antara industri halal dan layanan keuangan syariah dinilai menjadi kebutuhan yang semakin penting. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia.
Ricky menegaskan, potensi ekonomi halal Indonesia sangat besar sehingga membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung.
"Dengan integrasi kuat antara sertifikasi halal, sistem keuangan syariah, dan digitalisasi, ekonomi halal diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Literasi Halal Masih Menjadi Tantangan
Selain membangun sinergi antarlembaga, Bank Muamalat menilai peningkatan literasi masyarakat mengenai industri halal juga menjadi faktor penting.
Pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat sertifikasi halal, layanan keuangan syariah, dan transformasi digital diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem halal yang semakin kuat dan berdaya saing.
Karena itu, Bank Muamalat menegaskan akan terus berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif strategis guna mendorong pertumbuhan industri halal nasional.