Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Rizki Pribadi Hasan (kiri) menerima penghargaan Innovative Deal of the Year pada ajang Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk IIF. ANTARA/HO-IIF
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) kembali memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional. Perusahaan pembiayaan infrastruktur nonbank ini berhasil menghimpun pendanaan sebesar Rp655,5 miliar melalui penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual. Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk memperluas pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan yang menjadi prioritas pemerintah.
Pendanaan baru ini sekaligus menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis IIF di tengah meningkatnya kebutuhan investasi infrastruktur di Indonesia.
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan dana yang berhasil dihimpun akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam menyediakan layanan pembiayaan, konsultasi, hingga mitigasi risiko bagi berbagai proyek strategis.
"Pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Rizki dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Komposisi Pendanaan
Total pendanaan sebesar Rp655,5 miliar terdiri atas obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual sebesar Rp220 miliar.
Obligasi diterbitkan dalam tiga pilihan tenor, yakni satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Sementara itu, surat berharga perpetual menawarkan imbal hasil sebesar 8 persen per tahun.
Sebanyak 83 persen instrumen tersebut diserap oleh perusahaan manajemen aset dan perusahaan asuransi. Sisanya berasal dari investor korporasi, investor ritel, dana pensiun, hingga sektor perbankan.
Fokus pada Infrastruktur Berkelanjutan
Menurut Rizki, IIF memiliki peran sebagai pelengkap industri keuangan dan pasar modal dengan mendorong partisipasi modal swasta dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
"IIF memosisikan diri sebagai pelengkap bagi industri keuangan dan pasar modal. Peran kami adalah membantu memobilisasi modal swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia," katanya dikutip Antara.
Saat ini, sektor yang menjadi fokus pembiayaan IIF mencakup infrastruktur konektivitas, infrastruktur digital, hingga sektor kesehatan. Perusahaan juga aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha, regulator, investor domestik maupun internasional, serta berbagai lembaga pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional.
Borong Penghargaan Internasional
Tidak hanya berhasil menghimpun pendanaan baru, IIF juga mencatat prestasi di tingkat global dengan meraih sejumlah penghargaan internasional sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Salah satunya adalah FinanceAsia Awards 2026 yang menganugerahkan penghargaan The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution atas kontribusi IIF dalam pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, perlindungan lingkungan dan sosial, serta penerapan prinsip ESG.
Selain itu, IIF memperoleh penghargaan Innovative Deal of the Year dari Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026 berkat dukungannya terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah di sektor jalan tol.
Pengakuan lainnya datang dari Asian Development Bank (ADB) melalui penghargaan ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation atas keberhasilan pelaksanaan program Leveraging Private Infrastructure Investment senilai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp903,55 miliar.
Tak hanya itu, IIF juga masuk dalam lima besar perusahaan pada kategori Environmental and Social Risk Management Pioneer Award dalam ASEAN Risk Awards 2026.
Optimistis Perkuat Pembiayaan Nasional
Rizki menilai penguatan modal dan berbagai penghargaan internasional tersebut menjadi bekal penting bagi IIF untuk terus menghadirkan solusi pembiayaan inovatif sekaligus mendukung proyek-proyek yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, IIF merupakan lembaga pembiayaan infrastruktur nonbank yang didirikan pada 2010 atas inisiatif Pemerintah Indonesia bersama sejumlah lembaga keuangan internasional. Pemegang sahamnya antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), DEG, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.