IHSG menguat didorong sentimen positif dalam negeri. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen di pasar saham Asia yang didorong harapan berlanjutnya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Di saat yang sama, optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga ikut menopang pergerakan pasar.
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG naik 11,92 poin atau 0,20 persen ke level 5.924,36. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 1,88 poin atau 0,32 persen menjadi 589,25.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penguatan IHSG tidak terlepas dari sentimen positif yang datang dari kawasan Asia.
Baca juga:
IHSG Melesat 1,59 Persen, Pasar Sambut Positif Target Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi 2027Menurutnya, investor merespons optimistis laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan kembali melanjutkan negosiasi perdamaian setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk pada awal pekan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut memberikan sinyal untuk tetap membuka jalur diplomasi dengan Iran. Langkah tersebut dipandang mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan tekanan inflasi yang berkepanjangan.
Baca juga:
IHSG Melesat 1,59 Persen, Pasar Sambut Positif Target Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi 2027Proyeksi IMF Perkuat Optimisme
Dari dalam negeri, pasar juga mendapat dorongan positif dari laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026 yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF).
Dalam laporannya, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan proyeksi pada April lalu.
Menurut Nico, keputusan IMF mempertahankan proyeksi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai kuat di tengah perlambatan ekonomi global.
"Proyeksi itu menunjukkan pertumbuhan yang realistis di saat perlambatan yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia maupun ekonomi besar dunia," ujarnya.
Selain itu, aktivitas pasar modal domestik juga tetap bergairah. Sepanjang pekan ini, tercatat enam perusahaan telah resmi melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Sektor Energi Pimpin Penguatan
IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan dan mampu mempertahankan posisi di zona hijau hingga penutupan sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tujuh sektor yang menguat. Sektor energi menjadi pemimpin kenaikan dengan menguat 0,97 persen, disusul sektor barang baku dan sektor properti yang masing-masing naik 0,56 persen.
Di sisi lain, empat sektor mengalami pelemahan. Sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,67 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor kesehatan.
Saham-saham dengan kenaikan terbesar pada perdagangan hari ini antara lain PRDL, RANS, BKPD, KONI, dan KOKA. Sementara saham yang mencatat pelemahan terdalam adalah JELI, BAPA, JECX, SKBM, dan HATM.
Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai
Aktivitas perdagangan di BEI berlangsung cukup aktif. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,9 juta kali dengan volume perdagangan 15,61 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,84 triliun.
Sebanyak 383 saham menguat, 252 saham melemah, dan 330 saham ditutup tidak mengalami perubahan harga dikutip Antara.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga berakhir di zona positif. Indeks Nikkei naik 1,58 persen, Hang Seng menguat 0,60 persen, dan Strait Times bertambah 0,60 persen. Hanya indeks Shanghai yang ditutup melemah 1,00 persen.