Warga menjemur rempah jenis kapulaga (elettaria cardamomum) di Desa Sidoharjo, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (22/8/2025). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa
JAKARTA, ARAHKITA.COM – China masih menjadi pasar terbesar bagi komoditas rempah asal Indonesia sepanjang 2026. Permintaan yang tinggi terhadap berbagai rempah membuat Negeri Tirai Bambu terus menjadi tujuan utama ekspor, terutama untuk kapulaga dan pala. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok rempah dunia.
Data menunjukkan, kapulaga menjadi salah satu komoditas yang paling diminati di pasar China. Rempah ini banyak digunakan sebagai bahan penyedap yang memberikan aroma harum dan sensasi hangat pada berbagai hidangan, termasuk menu hotpot yang populer di negara tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari–Mei 2026 Indonesia mengekspor sekitar 3.604 ton kapulaga ke China. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 98 persen dari total ekspor kapulaga nasional pada periode yang sama.
Baca juga:
BOC Hong Kong Cabang Jakarta Resmi Jadi Bank Kliring RMB di Indonesia, Perkuat Perdagangan RI-ChinaNilai ekspor kapulaga ke China mencapai sekitar 17,8 juta dolar AS, menunjukkan besarnya permintaan pasar terhadap komoditas rempah asal Indonesia.Tak hanya kapulaga, biji pala juga menjadi komoditas unggulan yang banyak dikirim ke China. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ekspor pala mencapai 4.020 ton dengan nilai sekitar 19,9 juta dolar AS.
Selain itu, China juga menjadi salah satu pasar penting bagi cengkeh, lada putih, dan lada hitam asal Indonesia. Nilai ekspor cengkeh ke China tercatat mencapai sekitar 3,2 juta dolar AS, sementara ekspor lada putih mencapai 2,2 juta dolar AS dan lada hitam sekitar 5,5 juta dolar AS dikutip Antara.
Besarnya permintaan tersebut mendorong pemerintah terus memperluas promosi rempah Indonesia di pasar internasional, khususnya China. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui keikutsertaan dalam China Food Trade Fair 2026 yang digelar di Kota Wuhan pada akhir Maret lalu.
Partisipasi dalam pameran dagang tersebut diharapkan semakin memperkuat akses pasar bagi produk rempah Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas nasional di tengah tingginya kebutuhan pasar global.
Dengan kekayaan rempah yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperluas pangsa pasar di China maupun negara-negara lainnya. Ke depan, penguatan promosi, kualitas produk, dan keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting agar rempah Indonesia semakin mendunia.