Investasi Talenta Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi Indonesia Timur, Dunia Usaha Didorong Perkuat SDM Lokal


 Investasi Talenta Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi Indonesia Timur, Dunia Usaha Didorong Perkuat SDM Lokal Pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan Kitong Bisa Foundation (KBF) bersama Eramet Indonesia dengan kegiatan Eramet Beyond: From Journey to Impact di Jakarta pada 29-30 Juni 2026 (ANTARA/HO Kitong Bisa Foundation (KBF))

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Potensi ekonomi Indonesia Timur terus berkembang, mulai dari sektor pertambangan, industri, jasa, hingga berbagai sumber daya unggulan daerah. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai harus diimbangi dengan investasi besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

CEO Kitong Bisa Foundation (KBF), Mohammad Afif Dzulqifli, menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mencetak talenta lokal yang siap menjawab kebutuhan industri sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Kondisi tersebut membuat ketersediaan tenaga kerja terampil dan calon pemimpin masa depan belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan investasi di berbagai daerah.

"Menurut data BPS Indonesia, hanya 32 persen siswa yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA. Artinya, hanya sekitar tiga dari sepuluh lulusan yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi," ujar Afif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya investasi di Indonesia Timur akan membutuhkan lebih banyak SDM lokal yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di daerah.

Seiring berkembangnya sektor industri, pertambangan, jasa, hingga ekonomi kreatif, kebutuhan terhadap tenaga kerja berkualitas diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, investasi pada pengembangan talenta dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat lokal dapat mengambil peran penting dalam pembangunan ekonomi.

Afif menegaskan, investasi di bidang pendidikan seharusnya tidak lagi dipandang semata sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Lebih dari itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menghasilkan tenaga kerja berkualitas, pemimpin masa depan, hingga wirausahawan baru yang mampu mengembangkan potensi daerahnya.

Menurutnya, manfaat investasi talenta tidak hanya dirasakan oleh individu penerima program, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. SDM yang semakin kompeten akan meningkatkan produktivitas, mendorong lahirnya inovasi, serta membuka peluang usaha baru yang dapat memperkuat perekonomian daerah.

Salah satu contoh nyata adalah kolaborasi Kitong Bisa Foundation bersama Eramet Indonesia melalui Program Beasiswa Eramet Beyond. Sejak 2024, program tersebut telah mendampingi 41 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia Timur.

Tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan, para penerima beasiswa juga mengikuti pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, hingga pengalaman menjalankan berbagai program sosial yang diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Program tersebut dirancang agar para peserta dapat kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan, kemudian berkontribusi membangun ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan kualitas SDM, sekaligus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.

"Saya berharap dari program ini teman-teman dapat memberikan dampak dan solusi nyata. Pesan saya, pulanglah dan kembali membangun daerah masing-masing," kata Afif dikutip Antara.

Dengan investasi yang semakin besar pada pengembangan talenta lokal, generasi muda Indonesia Timur diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga tumbuh sebagai inovator, pengusaha, dan pemimpin yang mampu menggerakkan roda ekonomi serta mempercepat pembangunan di wilayahnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru