Pramono: Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jakarta, Target Kota Global 2030 Kian Dipercepat


 Pramono: Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jakarta, Target Kota Global 2030 Kian Dipercepat Gubernur DKI Jakarta Pramono (tiga kanan) bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta (lima kiri) didampingi Kepala Bank Indonesi DKI Jakarta Iwan Setiawan (tiga kiri) meresmikan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (4/6/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta semakin serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, sektor ini akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan Jakarta, berdampingan dengan sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian ibu kota.

Menurut Pramono, perubahan arah pembangunan tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi salah satu dari 50 kota global pada tahun 2030.

"Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global," ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Tak hanya mengandalkan ekonomi kreatif, Pemprov DKI juga memperkuat pengembangan sektor sports and lifestyle (olahraga dan gaya hidup) serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) yang dinilai mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.

Pramono memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar seluruh sektor potensial tersebut berkembang secara optimal melalui berbagai kebijakan, kolaborasi, dan inovasi.

Ekonomi Jakarta Terus Menguat

Optimisme tersebut didukung oleh capaian ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi mencapai 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Jakarta juga mencatat dominasi dalam transaksi digital dengan menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional. Selain itu, terdapat 422.261 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi di ibu kota.

"Data tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat," tegas Pramono.

Karena itu, Pemprov DKI akan terus mempercepat inovasi dan digitalisasi agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.

UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan

Selain memperkuat sektor ekonomi kreatif, Pemprov DKI juga terus meningkatkan daya saing UMKM melalui program JakPreneur. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, pembukaan pasar yang lebih luas, hingga percepatan transformasi digital bagi para pelaku usaha.

Pramono menegaskan, setiap pelaku UMKM harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di tengah perubahan ekonomi yang semakin kompetitif dikutip Antara.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi Jakarta, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah memperkuat ekonomi kreatif, digitalisasi, serta pemberdayaan UMKM tersebut diyakini akan menjadi fondasi penting bagi Jakarta dalam mewujudkan visi sebagai kota global yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing tinggi pada tahun 2030.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru