Loading
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Arsari Group memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media massa, platform digital, dan media sosial yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, baik Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group sama sekali tidak memiliki kepemilikan saham di FolaPlay.
"Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay)," ujar Ariseno dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/6/2026).
Baca juga:
Euforia Piala Dunia 2026 Jadi Berkah UMKM, Ekonom: Kuliner dan Merchandise Berpotensi Panen OmzetKlarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai pemberitaan dan unggahan di ruang publik yang mengaitkan adik Presiden Prabowo Subianto itu dengan perusahaan tersebut.
Tak hanya membantah isu kepemilikan saham, Arsari Group juga menepis tuduhan yang menyebut adanya penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim.
Menurut Ariseno, tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas serta tidak didukung fakta yang dapat diverifikasi.
"Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi," katanya.
Ariseno menegaskan bahwa Hashim tidak memiliki keterlibatan apa pun di FolaPlay, baik sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat perusahaan.
Karena itu, ia menyebut narasi yang mengaitkan penyelenggaraan maupun penayangan Piala Dunia 2026 dengan upaya memperkaya atau menguntungkan Hashim merupakan informasi yang menyesatkan dikutip Antara.
Selain memberikan klarifikasi, Arsari Group juga menegaskan tetap menghormati kebebasan pers serta hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan itikad baik dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Ariseno mengaku pihaknya mencermati maraknya informasi yang dinilai tidak akurat, bersifat spekulatif, hingga mengarah pada fitnah terhadap Hashim.
Menurutnya, penyebaran tuduhan tanpa bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat.Karena itu, Arsari Group mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar, dengan selalu mengutamakan verifikasi fakta dan menggunakan sumber yang kredibel.
"Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan itikad baik dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi," tutup Ariseno.