Loading
Arsip - Country Manager BOC (Hongkong) Limited Jakarta Branch Zhang Chao menyerahkan donasi secara simbolis kepada PMI yang diterima langsung Ketua Bidang Dana dan Prasarana PMI Pusat Johnny Darmawan pada Senin, (28/11). Antara/HO/Humas PMI Pusat
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hubungan ekonomi Indonesia dan China memasuki babak baru. Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC), resmi menunjuk Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta (BOC Hong Kong Cabang Jakarta) sebagai bank kliring Renminbi (RMB) di Indonesia.
Penunjukan tersebut diumumkan melalui Pengumuman No. 17 Tahun 2026 yang diterbitkan PBOC pada Jumat (26/6/2026). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kerja Sama Pengaturan Kliring Renminbi yang telah disepakati antara PBOC dan Bank Indonesia (BI).
Dengan penunjukan tersebut, BOC kini menjadi bank kliring RMB di 19 negara dan kawasan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin global dalam layanan kliring mata uang Renminbi.
Dorong Efisiensi Perdagangan dan Investasi
Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki hubungan dagang dan investasi yang terus berkembang dengan China. Dalam beberapa tahun terakhir, kemitraan strategis kedua negara semakin erat, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi bilateral.
Baca juga:
Dasco Apresiasi Langkah BI Perluas Transaksi Rupiah-Renminbi, Kurangi Ketergantungan Dolar AS
Hadirnya bank kliring RMB di Indonesia diharapkan dapat mempermudah penggunaan mata uang Renminbi dalam transaksi lintas negara. Langkah ini juga diyakini akan meningkatkan efisiensi pembayaran internasional, memperkuat kerja sama sektor keuangan, sekaligus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antara Indonesia dan China.
BOC Perkuat Perannya di Indonesia
Sebagai bank asal China pertama yang beroperasi di Indonesia, BOC selama ini dikenal sebagai penyedia layanan RMB terbesar di Tanah Air sekaligus menjadi saluran utama layanan kliring Renminbi.
Bank tersebut secara aktif mendukung aktivitas perdagangan kedua negara melalui berbagai layanan keuangan, termasuk mendorong penggunaan RMB dalam transaksi lintas batas dan memperkuat kerja sama di pasar keuangan.
Selain itu, BOC menjalankan peran sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) dalam skema Local Currency Transaction (LCT) Indonesia-China. Bank ini juga menjadi bank penyelesaian di sisi China dalam sistem pembayaran QR Code lintas batas antara Indonesia dan China.
Berbagai inovasi produk dan layanan keuangan terus dikembangkan untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional sekaligus mendukung internasionalisasi RMB.
Dukung Penerbitan Obligasi RMB
Komitmen BOC terhadap penguatan hubungan ekonomi Indonesia-China juga tercermin dari dukungannya kepada Pemerintah Indonesia memasuki pasar obligasi RMB global.
Pada Oktober 2025, BOC mendampingi pemerintah dalam penerbitan obligasi RMB pertama Indonesia di pasar internasional. Hingga saat ini, bank tersebut telah membantu Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelesaikan dua penerbitan obligasi RMB lepas pantai dengan nilai lebih dari 10 miliar yuan, sekaligus menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi proses penerbitan tersebut dikutip Antara.
Jaga Likuiditas RMB di Pasar Domestik
BOC juga menjadi satu-satunya bank asal China yang memperoleh persetujuan sebagai Primary Dealer di pasar uang dan pasar valuta asing Indonesia.
Melalui status tersebut, BOC menyediakan kuotasi dua arah secara langsung untuk pasangan mata uang RMB-Rupiah, sekaligus menjaga ketersediaan likuiditas Renminbi di pasar domestik agar kebutuhan pelaku usaha dan investor dapat terpenuhi secara optimal.
Ke depan, BOC menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan jaringan global yang dimiliki guna memperkuat layanan kliring RMB, menghadirkan inovasi produk berbasis Renminbi, serta menyediakan layanan keuangan yang semakin berkualitas bagi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.
Dengan penunjukan ini, diharapkan hubungan ekonomi kedua negara semakin erat, transaksi lintas batas menjadi lebih efisien, serta kerja sama di sektor perdagangan, investasi, dan keuangan terus berkembang di tengah meningkatnya integrasi ekonomi kawasan Asia.