Loading
Proses pembuatan gula aren hand made di sentra industri Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center yang nantinya akan ditawarkan pada investor dalam Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 pada 9-10 Juli 2026 di Bandung. (ANTARA/HO DPMPTSP Jabar)
BANDUNG, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap tampil agresif dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 dengan membawa puluhan proyek unggulan dan kawasan industri yang siap menerima investasi.
Dalam forum bisnis internasional yang akan berlangsung pada 9–10 Juli dan 14–17 Oktober 2026, Pemprov Jabar akan menawarkan 46 proyek strategis dari berbagai sektor prioritas, sekaligus mempromosikan 44 kawasan industri berstatus clean and clear yang siap digunakan investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan seluruh proyek yang dibawa telah disusun secara matang untuk menarik minat investor regional, khususnya dari Malaysia.
"Proyek-proyek tersebut dirancang sangat presisi untuk memikat pasar regional dari sektor kedirgantaraan, teknologi, energi hingga hilirisasi," ujar Dedi di Bandung, Selasa (23/6/2026).
Dari Kertajati hingga Energi Terbarukan
Sebanyak 46 proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi.Beberapa di antaranya meliputi sektor kedirgantaraan, perkeretaapian dan otomotif melalui pengembangan kawasan Kertajati, Pelabuhan Patimban, hingga LRT Bandung.
Selain itu, terdapat proyek di bidang energi dan energi terbarukan, termasuk pengembangan fasilitas Waste-to-Energy TPPAS Regional Cirebon Raya, kawasan industri di Majalengka, startup teknologi Agrivision, hingga sektor pariwisata kesehatan melalui proyek Sari Medika Resort.
Jabar juga menawarkan peluang investasi di sektor agrikultur, infrastruktur penyediaan air bersih Patimban, serta berbagai proyek hilirisasi yang menjadi fokus pengembangan ekonomi nasional.
44 Kawasan Industri Siap Pakai
Tak hanya proyek investasi, Pemprov Jabar juga membawa 44 kawasan industri siap pakai yang tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Bekasi, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Sumedang.
Seluruh kawasan tersebut diklaim telah memenuhi aspek legalitas dan kesiapan lahan sehingga investor dapat langsung memulai kegiatan usaha.
Dari jumlah tersebut, 24 kawasan industri telah mendapatkan fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi) yang memungkinkan investor membangun fasilitas produksi lebih cepat tanpa harus menunggu proses perizinan bangunan yang panjang.
Melalui skema ini, berbagai persyaratan dasar seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah disiapkan pemerintah sehingga proses investasi menjadi lebih efisien.
Jabar Perketat Pengawasan Pungli dan Premanisme
Menanggapi kekhawatiran investor terkait praktik pungutan liar dan gangguan dari kelompok tertentu yang pernah mencuat pada beberapa proyek investasi, Pemprov Jabar menegaskan telah melakukan berbagai langkah pengamanan.
Pemerintah daerah mengoptimalkan kerja Satgas Saber Pungli serta memperkuat sistem perizinan digital melalui platform Online Single Submission (OSS) untuk mengurangi potensi praktik transaksional dan intervensi pihak luar.
Menurut Dedi, seluruh proses perizinan kini diarahkan berjalan secara digital sehingga investor dapat memperoleh layanan secara transparan selama seluruh persyaratan telah dipenuhi.
Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis aplikasi bernama Nyari Gawe. Platform ini diharapkan mampu meminimalkan potensi konflik atau tekanan dari pihak luar dalam proses perekrutan tenaga kerja di kawasan industri.
Didukung Regulasi dan Infrastruktur
Untuk memberikan kepastian hukum kepada investor, Jawa Barat kini memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kemudahan Berusaha dan Kemudahan Investasi.
Di sisi lain, provinsi ini juga didukung jaringan infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Bocimi, Cipali, Cipularang, Purbaleunyi, hingga Cisumdawu.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan sejumlah proyek konektivitas baru seperti Japek II, akses Patimban, dan Cigatas, yang diyakini akan semakin memperkuat daya saing kawasan industri Jawa Barat.
Bidik Investasi Malaysia Rp50 Triliun
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Pemprov Jabar menargetkan dapat menarik investasi besar dari Malaysia melalui SIBS 2026.
Dedi bahkan secara terbuka menyampaikan harapannya untuk merealisasikan investasi hingga Rp50 triliun dari para investor Negeri Jiran dikutip Antara.
Selain mengundang investasi masuk, Pemprov Jabar juga ingin memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana memperluas pasar bagi pelaku usaha daerah.
Untuk itu, DPMPTSP menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), pelaku usaha, serta UMKM dari berbagai sektor seperti industri alas kaki, perkebunan, hingga pariwisata guna mengikuti program business matching dengan mitra potensial di Malaysia.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari target investasi Jawa Barat tahun 2026 yang mencapai Rp314 triliun, baik dari penanaman modal asing maupun investasi dalam negeri.