Loading
KTT G7 di Prancis Berakhir Tanpa Komunike Bersama, Perbedaan AS dan Sekutu Masih Membayangi. (Ilustrasi AI)
EVIAN, PRANCIS, ARAHKITA.COM – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Evian, Prancis, resmi berakhir pada Rabu (17/6/2026) tanpa menghasilkan komunike final atau pernyataan bersama para pemimpin negara anggota.
Kondisi ini menjadi tahun kedua secara berturut-turut G7 gagal mengeluarkan komunike akhir. Pada KTT G7 tahun 2025 yang digelar di Kanada, kelompok negara-negara ekonomi maju tersebut juga tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk menerbitkan dokumen bersama yang biasanya menjadi penanda hasil utama pertemuan.
Sebagai pengganti komunike final, KTT G7 tahun ini menghasilkan sembilan dokumen tematik yang membahas berbagai isu strategis dunia. Dokumen-dokumen tersebut mencakup persoalan geopolitik, ekonomi global, kesehatan masyarakat, hingga tantangan pembangunan internasional.
Menurut laporan Kyodo News yang mengutip sumber diplomatik, pihak penyelenggara sebenarnya telah memutuskan sejak awal untuk tidak menerbitkan komunike bersama. Langkah ini diambil guna menghindari sorotan terhadap perbedaan pandangan yang masih terjadi antara Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya dalam berbagai isu global.
Meski demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai penyelenggaraan KTT di Evian tetap dapat dianggap berhasil. Menurutnya, para pemimpin G7 mampu mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu penting, termasuk krisis Ukraina, situasi di Timur Tengah, pengelolaan mineral strategis, hingga upaya penyeimbangan kembali ekonomi global.
“Secara objektif, pertemuan ini sukses,” kata Macron dalam konferensi pers usai penutupan KTT dikutip Antara.
Macron juga mengakui masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan enam anggota G7 lainnya, terutama terkait isu perubahan iklim serta peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama dengan Washington. Menurutnya, pendekatan yang pragmatis diperlukan agar G7 tetap solid dan tidak berubah menjadi format “6+1”, yaitu enam negara dengan satu anggota yang berjalan sendiri.
G7 sendiri terdiri atas Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang. Pada tahun 2026, Prancis memegang presidensi bergilir organisasi tersebut dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT di Evian.
Absennya komunike final kembali menunjukkan bahwa dinamika politik global dan perbedaan kepentingan antarnegara anggota masih menjadi tantangan bagi G7. Meskipun demikian, forum ini tetap berupaya mempertahankan perannya sebagai wadah koordinasi negara-negara ekonomi maju dalam menghadapi berbagai persoalan dunia yang semakin kompleks.