Loading
IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Raup Dana US$85,7 Miliar dan Dorong Elon Musk Jadi Triliuner. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – SpaceX mencatat sejarah baru di pasar modal global setelah berhasil menghimpun dana hingga US$85,7 miliar atau sekitar Rp1.390 triliun dalam penawaran umum perdana (IPO). Angka tersebut melampaui proyeksi awal sebesar US$75 miliar dan menjadikan IPO perusahaan milik Elon Musk itu sebagai yang terbesar dalam sejarah.
Perusahaan teknologi antariksa dan kecerdasan buatan (AI) tersebut resmi melantai di bursa Nasdaq, New York, pekan lalu. Antusiasme investor yang sangat tinggi membuat permintaan saham SpaceX jauh melampaui jumlah yang awalnya ditawarkan ke publik.
Dana segar yang terkumpul dari IPO ini mencapai US$75 miliar. Elon Musk sebelumnya menyampaikan kepada para karyawan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung fase pertumbuhan perusahaan yang lebih agresif dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga:
Rumor Merger SpaceX dan Tesla Kian Menguat, Elon Musk Disebut Siapkan Langkah Besar ke NasdaqNamun, jumlah dana yang berhasil dihimpun akhirnya bertambah sekitar US$10 miliar. Tambahan tersebut berasal dari penggunaan mekanisme yang dikenal sebagai opsi kelebihan alokasi atau lebih populer disebut opsi "greenshoe".
Dalam dunia pasar modal, opsi greenshoe memungkinkan bank-bank penjamin emisi menjual saham lebih banyak dari rencana awal ketika permintaan investor sangat tinggi. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga saham sekaligus memenuhi lonjakan minat pasar terhadap perusahaan yang baru melantai di bursa.
Pada kasus SpaceX, minat investor tercatat sangat besar. Para penjamin emisi yang terdiri dari Goldman Sachs, Bank of America, dan JPMorgan memanfaatkan opsi tersebut secara penuh dengan membeli tambahan sekitar 83,3 juta saham langsung dari perusahaan.
Tambahan dana US$10 miliar yang diperoleh melalui mekanisme greenshoe itu bahkan sudah cukup untuk masuk dalam jajaran IPO terbesar sepanjang sejarah jika berdiri sebagai transaksi tersendiri.
Seperti dilaporkan dan dikutip dari BBC, keberhasilan IPO SpaceX juga memberikan dampak besar terhadap kekayaan Elon Musk. Berdasarkan perhitungan Bloomberg, lonjakan valuasi perusahaan membuat Musk berhasil menyandang status triliuner.
Momentum positif itu berlanjut pada perdagangan berikutnya. Pada Senin, saham SpaceX melonjak lebih dari 19 persen hingga mencapai US$192 per saham. Sebelumnya, saham perusahaan ditawarkan kepada investor pada harga US$135 per saham, yang menempatkan valuasi SpaceX di kisaran US$1,8 triliun.
Meski demikian, sebagian besar kekayaan Musk masih sangat bergantung pada pergerakan harga saham SpaceX. Artinya, status triliuner yang kini diraihnya dapat berubah sewaktu-waktu apabila pasar mengalami koreksi tajam.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai valuasi SpaceX yang sangat tinggi menyisakan tantangan tersendiri. Mereka mengingatkan bahwa perusahaan harus mampu mempertahankan laju pertumbuhan bisnisnya di tengah meningkatnya pengawasan regulator serta persaingan yang semakin ketat dalam industri antariksa komersial global.
Karena itu, perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada keberhasilan IPO bersejarah tersebut, tetapi juga pada kemampuan SpaceX untuk membuktikan bahwa valuasi fantastis yang disematkan pasar dapat didukung oleh kinerja bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.