Transportasi Publik Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pakar Soroti Efek Berantainya


 Transportasi Publik Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pakar Soroti Efek Berantainya Pakar transportasi, Piter Abdullah saat memberikan pernyataan. ANTARA/HO-Prasasti Center for Policy Studies.

TANGERANG, ARAHKITA.COM – Pembangunan transportasi publik yang terintegrasi dinilai bukan sekadar solusi untuk mengurai kemacetan. Lebih dari itu, keberadaan sistem transportasi massal yang nyaman dan terjangkau dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pakar transportasi Piter Abdullah mengatakan penyediaan transportasi publik yang memadai merupakan langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.

“Jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah menyediakan transportasi publik yang baik. Kehadiran layanan transportasi yang mudah diakses akan sangat membantu kehidupan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Banten, Jumat (13/6/2026).

Direktur Kebijakan dan Program Pusat Studi Kebijakan Prasasti (Prasasti Center for Policy Studies) itu menjelaskan bahwa biaya transportasi masih menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi masyarakat perkotaan.

Sebagai contoh di Jakarta, warga berpenghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) sekitar Rp5,7 juta harus mengalokasikan sekitar 25 hingga 30 persen pendapatannya untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tingginya biaya mobilitas para pekerja komuter di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sebanyak 28,6 persen komuter mengeluarkan biaya perjalanan sedikitnya Rp25 ribu per hari atau sekitar Rp750 ribu per bulan.

Selain itu, 14,7 persen komuter menghabiskan biaya antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari, sedangkan hanya 8,2 persen yang mengeluarkan biaya perjalanan di bawah Rp5.000 per hari.

Menurut Piter, keberadaan transportasi massal yang terjangkau dan nyaman dapat memangkas pengeluaran rutin masyarakat secara signifikan. Penghematan tersebut pada akhirnya akan meningkatkan daya beli dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Tak hanya berdampak pada pengguna transportasi, pembangunan sarana transportasi publik juga menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Kehadiran stasiun MRT maupun LRT, misalnya, sering kali memunculkan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.

Kawasan yang sebelumnya sepi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Warung makan, toko kebutuhan harian, hingga berbagai layanan jasa biasanya tumbuh mengikuti meningkatnya mobilitas warga di sekitar kawasan transit.

Piter menilai manfaat besar tersebut tidak seharusnya hanya dinikmati Jakarta. Daerah-daerah lain di Indonesia juga perlu mulai membangun sistem transportasi publik modern yang terintegrasi dengan dukungan komitmen kuat dari para kepala daerah dikutip Antara.

Meski membutuhkan investasi yang tidak kecil, pembangunan transportasi publik dinilai sebagai investasi jangka panjang yang memberikan keuntungan berkelanjutan. Dampaknya dapat terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, bertambahnya penerimaan pajak daerah, hingga tumbuhnya kawasan-kawasan ekonomi baru.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dapat memanfaatkan berbagai skema pendanaan, seperti Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun penerbitan obligasi daerah.

Namun demikian, Piter mengingatkan bahwa kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting untuk menarik investor. Tanpa jaminan keberlanjutan kebijakan, minat investasi di sektor transportasi publik berpotensi terhambat setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan daerah.

Piter optimistis pembangunan transportasi publik akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar memperlancar mobilitas masyarakat.

“Dampaknya tidak hanya terkait transportasi itu sendiri, tetapi juga mampu mengubah dan menghidupkan kawasan yang dilalui,” katanya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru