Harga Emas Tidak Bergerak: Simak Update Antam hingga UBS Hari Ini


 Harga Emas Tidak Bergerak: Simak Update Antam hingga UBS Hari Ini Ilustrasi Emas Batangan Pegadaian

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harga emas di laman Sahabat Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Senin (8/6/2026) pukul 06.22 WIB. Tiga produk logam mulia utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, tidak menunjukkan perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam tercatat di level Rp2.848.000 per gram. Sementara itu, emas UBS berada di angka Rp2.759.000 per gram, dan Galeri24 dibanderol Rp2.729.000 per gram.

Data tersebut sebelumnya juga tercatat pada Minggu (7/6/2026), dan diketahui dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar emas global maupun kebijakan internal masing-masing produsen.

Dari sisi ketersediaan produk, emas Galeri24 dijual dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. UBS tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam di Pegadaian umumnya hanya tersedia hingga ukuran 100 gram.

Daftar Harga Emas Pegadaian

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.431.000
  • 1 gram: Rp2.729.000
  • 2 gram: Rp5.391.000
  • 5 gram: Rp13.379.000
  • 10 gram: Rp26.685.000
  • 25 gram: Rp66.355.000
  • 50 gram: Rp132.605.000
  • 100 gram: Rp265.078.000
  • 250 gram: Rp661.066.000
  • 500 gram: Rp1.322.132.000
  • 1.000 gram: Rp2.644.262.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp1.476.000
  • 1 gram: Rp2.848.000
  • 2 gram: Rp5.633.000
  • 3 gram: Rp8.423.000
  • 5 gram: Rp14.004.000
  • 10 gram: Rp27.950.000
  • 25 gram: Rp69.745.000
  • 50 gram: Rp139.407.000
  • 100 gram: Rp278.733.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.491.000
  • 1 gram: Rp2.759.000
  • 2 gram: Rp5.474.000
  • 5 gram: Rp13.526.000
  • 10 gram: Rp26.911.000
  • 25 gram: Rp67.145.000
  • 50 gram: Rp134.014.000
  • 100 gram: Rp267.923.000
  • 250 gram: Rp669.609.000
  • 500 gram: Rp1.337.646.000

Pergerakan harga emas ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi pasar global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta permintaan investasi masyarakat terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru