Riset Indef: Ekosistem Ojek Online Sumbang Rp565 Triliun ke PDB Nasional, Serap Jutaan Pekerja


 Riset Indef: Ekosistem Ojek Online Sumbang Rp565 Triliun ke PDB Nasional, Serap Jutaan Pekerja Ilustrasi - Pengemudi ojol (infotangerang.id)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Peran ojek online (ojol) dalam perekonomian Indonesia ternyata jauh lebih besar daripada sekadar layanan transportasi. Riset terbaru menunjukkan bahwa ekosistem transportasi daring telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan nilai mencapai Rp565 triliun atau setara 2,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Temuan tersebut disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, dalam sebuah diskusi virtual yang digelar di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Rizal, angka Rp565 triliun tersebut merupakan gabungan dari dampak langsung dan tidak langsung yang dihasilkan oleh aktivitas transportasi daring di Indonesia.

"Dari total kontribusi tersebut, sekitar Rp169 triliun berasal dari dampak langsung, sedangkan Rp396 triliun berasal dari dampak tidak langsung atau efek berantai yang tercipta di berbagai sektor ekonomi," jelasnya.

Efek Berantai yang Menggerakkan Banyak Sektor

Riset bertajuk Masa Depan Ojek Online di Indonesia yang disusun oleh Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bersama Indef menemukan bahwa kontribusi terbesar justru berasal dari efek berganda (multiplier effect) dan limpahan manfaat ekonomi (spillover effect) ke berbagai sektor.

Artinya, kehadiran layanan ojol tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan platform dan mitra pengemudi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di sektor lain seperti perdagangan, logistik, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rizal menilai angka kontribusi sebesar 2,37 persen terhadap PDB bukanlah nilai yang kecil. Sebaliknya, angka tersebut menunjukkan bahwa transportasi daring telah menjadi salah satu bagian penting dalam sistem ekonomi nasional.

Menurutnya, ojol tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi baru, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang mendukung pertumbuhan berbagai sektor produktif di Indonesia.

Ojol Roda Dua Jadi Tulang Punggung

Dalam penelitian tersebut juga terungkap bahwa kontribusi terbesar berasal dari layanan ojol roda dua. Besarnya bahkan mencapai sekitar 2,1 kali lebih tinggi dibandingkan layanan taksi online roda empat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi moda transportasi yang paling efektif dan fleksibel untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat kemacetan yang tinggi.

Selain melayani perjalanan penumpang, layanan roda dua juga berperan penting dalam pengantaran makanan, barang, hingga berbagai kebutuhan harian masyarakat.

Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Tak hanya menyumbang pada pertumbuhan ekonomi, ekosistem transportasi daring juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang.

Riset tersebut mencatat bahwa sektor ini berhasil menyerap sekitar 2,91 juta mitra pengemudi di seluruh Indonesia. Selain itu, keberadaan ojol juga menciptakan sekitar 2,62 juta pekerjaan turunan yang berkaitan dengan UMKM dan ekonomi digital.

Keberadaan platform transportasi daring dinilai menjadi penyangga lapangan kerja (employment buffer), khususnya bagi pekerja berkeahlian rendah hingga menengah, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dengan fleksibilitas yang ditawarkan, banyak masyarakat memanfaatkan profesi pengemudi ojol sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan.

Turut Membantu Menekan Inflasi

Temuan menarik lainnya dari riset tersebut adalah peran ojol dalam membantu menekan laju inflasi nasional.

Indef memperkirakan keberadaan layanan transportasi daring mampu menekan inflasi hingga 0,16 persen melalui peningkatan kelancaran distribusi barang dan jasa serta konsumsi masyarakat.

Semakin cepat dan efisien proses distribusi, biaya logistik dapat ditekan sehingga harga barang menjadi lebih terkendali di tingkat konsumen.

Menurut Rizal, lalu lintas barang dan jasa yang didukung oleh ekosistem ojol terbukti membantu meningkatkan volume produksi sekaligus menurunkan biaya distribusi. Dampaknya, harga barang menjadi lebih kompetitif dan tekanan inflasi dapat berkurang dikutip Antara.

Temuan ini memperlihatkan bahwa peran ojek online kini telah berkembang jauh melampaui fungsi transportasi. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, ekosistem ojol menjadi salah satu penggerak penting yang mendukung produktivitas, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru