Prabowo Pasang Target Kurs Rupiah Rp16.800 hingga Rp17.500 di 2027


 Prabowo Pasang Target Kurs Rupiah Rp16.800 hingga Rp17.500 di 2027 Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 pada tahun 2027. Target tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Presiden, stabilitas nilai tukar menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

“Strategi fiskal dan moneter kita harus mampu menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ujar Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

Target tersebut disusun di tengah tekanan besar terhadap rupiah yang sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, yakni Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan pertengahan Mei 2026.

Pemerintah meyakini kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terukur dapat membantu menjaga stabilitas kurs sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Selain itu, laju inflasi nasional juga diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen sepanjang 2027.

Tak hanya fokus pada stabilitas rupiah, pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi makro ekonomi lainnya. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada pada rentang 6,5 hingga 7,3 persen.

Dari sisi fiskal, pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 berada di kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu lebih rendah dibanding realisasi defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92 persen PDB.

Belanja negara dirancang berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen PDB untuk mendukung berbagai program prioritas nasional. Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen PDB.

Melalui pengelolaan fiskal yang dinilai lebih berkelanjutan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 bisa mencapai 5,8 hingga 6,5 persen. Target tersebut menjadi bagian dari langkah menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Di sektor energi, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70 hingga 95 dolar AS per barel. Target lifting minyak dipatok sebesar 602 hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas diperkirakan mencapai 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Presiden juga menegaskan bahwa stabilitas ekonomi dan nilai tukar diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun ke kisaran 6,0 hingga 6,5 persen serta tingkat pengangguran terbuka berada pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menjadi Presiden RI pertama yang secara langsung menyampaikan pendahuluan RAPBN beserta kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal di hadapan DPR RI dikutip Antara.

Rapat Paripurna DPR RI dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri 451 anggota dewan sehingga memenuhi kuorum.

Presiden hadir didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Selain pemaparan KEM-PPKF RAPBN 2027, rapat juga membahas evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 serta pandangan fraksi terkait revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru