BEI Imbau Investor Tetap Tenang di Tengah Koreksi IHSG, Ini Strategi yang Perlu Disiapkan


 BEI Imbau Investor Tetap Tenang di Tengah Koreksi IHSG, Ini Strategi yang Perlu Disiapkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Ruang Media Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bursa saham Indonesia kembali bergerak di zona merah. Di tengah koreksi signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kondisi pasar yang fluktuatif merupakan bagian dari dinamika investasi yang perlu disikapi secara rasional.

Menurut Jeffrey, investor sebaiknya tetap fokus pada fundamental perusahaan, melakukan analisis secara cermat, serta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

“Investor perlu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, dan mengatur strategi investasi sesuai profil risiko,” ujar Jeffrey di Media Center Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap IHSG saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga berasal dari kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

Geopolitik internasional yang belum stabil disebut menjadi salah satu pemicu utama pelemahan pasar saham dunia. Situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak global dan memunculkan kekhawatiran terhadap tren suku bunga tinggi serta inflasi yang masih membayangi ekonomi dunia.

Jeffrey menilai pergerakan IHSG masih sejalan dengan kondisi bursa saham Asia dan global yang sama-sama mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar global, khususnya Asia, juga mengalami koreksi selama masa libur. Jika diakumulasi, penurunannya relatif sejalan dengan yang terjadi di pasar domestik hari ini,” jelasnya dikutip Antara.

Meski demikian, BEI mengakui tingkat ketidakpastian di pasar saham Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, investor diminta lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi dan tidak terpancing sentimen jangka pendek.

Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG tercatat melemah 124,08 poin atau 1,85 persen ke level 6.599,24.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 2,57 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp20,71 triliun dengan volume perdagangan mencapai 31,99 miliar lembar saham.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 125 saham menguat, 616 saham melemah, dan 79 saham stagnan.

Sebelumnya, pada sesi pertama perdagangan sekitar pukul 11.04 WIB, IHSG bahkan sempat terperosok hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56 sebelum akhirnya memangkas pelemahan menjelang penutupan pasar.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar saham selalu bergerak dinamis. Bagi investor, menjaga ketenangan dan disiplin strategi dinilai menjadi kunci penting untuk menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru