Loading
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kemenperin
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama strategis di bidang infrastruktur mutu industri nasional melalui penyelenggaraan 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta.Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah perubahan perdagangan global dan percepatan transformasi industri berbasis digital.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan sistem infrastruktur mutu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing industri nasional agar mampu bersaing di pasar internasional.
Menurutnya, kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang quality infrastructure diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri nasional agar lebih kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, sekaligus memperluas akses ekspor, terutama ke kawasan Eropa.
“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang quality infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Forum yang digelar pada 7 Mei 2026 tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri nasional melalui sistem standardisasi, penilaian kesesuaian, hingga transformasi digital industri.
Agus menilai, infrastruktur mutu bukan sekadar persoalan standar teknis, tetapi juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar internasional terhadap produk manufaktur Indonesia.
Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan standardisasi dan digitalisasi sistem infrastruktur mutu agar industri nasional semakin siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan bahwa infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan konsumen, peningkatan akses pasar internasional, serta transformasi industri yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Indonesia dan Jerman dalam menghadapi tantangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan percepatan transformasi digital industri.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia-Jerman periode 2026–2027. Kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen kedua negara untuk melanjutkan kolaborasi strategis dalam pengembangan infrastruktur mutu industri.
Dalam forum tersebut, terdapat tiga isu strategis yang menjadi fokus pembahasan.
Sesi pertama membahas harmonisasi sistem quality infrastructure dalam kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA). Pembahasan ini mencakup peluang peningkatan akses pasar melalui penguatan standar dan sistem penilaian kesesuaian.
Sesi kedua menyoroti penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi nasional yang selaras dengan sistem internasional. Selain itu, dibahas pula pentingnya peran lembaga penilaian kesesuaian dalam mendukung regulasi dan meningkatkan kepercayaan pasar dikutip Antara.
Sementara pada sesi ketiga, fokus pembahasan diarahkan pada digitalisasi infrastruktur mutu, termasuk kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa.
Pembahasan tersebut mencakup kebijakan DPP, inisiatif digitalisasi quality infrastructure, hingga contoh implementasi DPP di berbagai sektor industri.
Dengan kerja sama ini, Indonesia diharapkan semakin siap membangun industri yang modern, berstandar global, dan mampu bersaing di pasar internasional, terutama di tengah tuntutan transformasi industri digital dan perdagangan global yang terus berkembang.