Loading
Beras Bulog. (Foto: Kontan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menjaga ketahanan pangan hingga tahun depan. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah mencapai 5,23 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan jumlah tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah berbagai potensi tantangan, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Stok Bulog sekarang sudah mencapai 5,23 juta ton dan ini cukup untuk menjaga ketahanan pangan kita sampai tahun depan,” ujar Rizal di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras nasional. Pemerintah disebut terus memastikan distribusi dan kualitas cadangan pangan tetap terjaga melalui sistem pengelolaan gudang yang optimal di berbagai daerah.
Rizal menjelaskan, Bulog kini juga mulai membuka akses lebih luas kepada masyarakat untuk melihat langsung kondisi gudang penyimpanan beras. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi pengelolaan pangan nasional.
Ia menyebut langkah keterbukaan tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung kondisi stok pangan pemerintah.
“Gudang Bulog sekarang terbuka untuk umum. Siapapun boleh melihat kondisi stok beras kami, tentu dengan mekanisme izin dan pendataan terlebih dahulu,” katanya.
Bulog menegaskan kunjungan masyarakat tetap harus melalui proses pendaftaran dan konfirmasi agar kegiatan berjalan tertib dan terdata dengan baik. Meski demikian, perusahaan memastikan pintu gudang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memahami sistem logistik pangan nasional.
Sejauh ini, sejumlah siswa sekolah menengah telah mengikuti program kunjungan edukatif ke gudang Bulog di berbagai daerah. Ke depan, Bulog juga berencana memperluas program tersebut untuk mahasiswa melalui kegiatan kuliah kerja lapangan dan study tour.
Menurut Rizal, langkah ini penting untuk menghilangkan kesan tertutup dalam pengelolaan pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kondisi cadangan beras nasional yang saat ini dinilai melimpah.
“Sekarang era keterbukaan. Kami ingin masyarakat tahu langsung bahwa stok beras nasional benar-benar aman dan mendukung swasembada pangan,” tegasnya dikutip Antara.
Hingga awal Mei 2026, Bulog tercatat telah menyerap sekitar 2,4 juta ton gabah petani setara beras dari dalam negeri. Penyerapan tersebut menjadi bagian dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras sepanjang 2026 guna memperkuat cadangan beras pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.