Loading
Seorang delegasi melintas di dekat bendera negara-negara ASEAN pada Pertemuan Pejabat Senior (Senior Officials Meeting/SOM) ASEAN di Langkawi International Convention Center di Langkawi, Kedah, Malaysia, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/Virna Puspa Setyorini
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN. Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, ASEAN berupaya memastikan pelaku usaha lokal tetap tumbuh, bahkan mampu menembus pasar internasional.
Melalui berbagai agenda ekonomi kawasan, ASEAN mendorong UMKM agar lebih terintegrasi dengan rantai nilai global sekaligus memiliki akses pasar yang lebih luas. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing ekonomi Asia Tenggara di tengah perubahan dunia yang bergerak cepat.
Dalam keterangan yang dirilis ASEAN Filipina 2026, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Allan Gepty menegaskan bahwa ASEAN tidak hanya diposisikan sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai pusat produksi regional yang strategis.
Menurut Allan, salah satu fokus utama kerja sama ekonomi ASEAN adalah memastikan perdagangan tetap berjalan stabil di tengah situasi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi ekonomi dunia.
“ASEAN adalah komunitas ekonomi yang diposisikan tidak hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai pusat produksi,” ujarnya.
Baca juga:
ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang: Dorong UMKM dan Perdagangan Hijau di KawasanIa menjelaskan, salah satu agenda penting ASEAN saat ini adalah menciptakan perdagangan yang lebih inklusif. Dalam konteks itu, UMKM menjadi sektor yang harus didorong agar dapat masuk ke rantai pasok dan rantai nilai global.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di kawasan ASEAN. Dengan akses yang lebih terbuka, bisnis lokal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mengekspor produk, memperluas jaringan usaha, hingga meningkatkan investasi dan lapangan kerja.
Menurut Allan, integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya berkaitan dengan perdagangan barang semata. Liberalisasi sektor jasa juga menjadi peluang besar yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk berkembang lebih cepat.
“Penting juga untuk mendorong lebih banyak investasi karena dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis,” katanya.
Di bawah Keketuaan Filipina, ASEAN juga tengah menyiapkan pembentukan ASEAN Centre of Excellence for MSMEs atau Pusat Keunggulan ASEAN untuk UMKM. Pusat ini nantinya akan menjadi wadah untuk mengintegrasikan berbagai program, proyek, dan inisiatif pemberdayaan UMKM di kawasan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarnegara ASEAN dalam membantu UMKM naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan global.
Selain itu, ASEAN juga mendorong percepatan penyelesaian Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital serta pengembangan sistem interkonektivitas pembayaran regional.
Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. Kehadiran platform online memungkinkan pelaku usaha lokal menjangkau konsumen lintas negara dengan lebih mudah dan cepat.
“Platform online adalah salah satu penyeimbang bagi UMKM kita untuk mengakses pasar luar negeri,” ujar Allan dikutip Antara.
Ia menambahkan, aturan yang mendukung transaksi digital dan pembayaran lintas negara akan menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital ASEAN ke depan.
Dengan dukungan kebijakan yang semakin terbuka, ASEAN berharap UMKM lokal tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pemain global yang membawa pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih inklusif.