Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Awal 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir


 Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Awal 2026, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026) (ANTARA/HO-BPS)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kabar positif datang dari perekonomian Indonesia di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)—angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa capaian ini menjadi rekor baru jika dibandingkan periode yang sama sejak 2021.

“Kalau kita lihat sejak 2021 hingga 2026, pertumbuhan ekonomi triwulan I belum pernah melampaui 5,61 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Tren 5 Tahun: Dari Kontraksi ke Akselerasi

Jika menilik ke belakang, perjalanan ekonomi Indonesia di awal tahun tidak selalu mulus. Pada 2021, ekonomi bahkan sempat terkontraksi hingga minus 0,69 persen.

Namun setelah itu, tren pemulihan mulai terlihat:

  • 2022: tumbuh 5,03 persen
  • 2023: naik ke 5,04 persen
  • 2024: meningkat ke 5,11 persen
  • 2025: sedikit melandai di 4,87 persen
  • 2026: melonjak ke 5,61 persen

Artinya, ekonomi Indonesia kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat dan stabil.

Secara Kuartalan Masih Kontraksi

Meski tumbuh tinggi secara tahunan, secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibanding triwulan IV 2025.

Hal ini tergolong wajar karena pola musiman, di mana aktivitas ekonomi biasanya melambat setelah periode akhir tahun.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Utama

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,94 persen.

Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Tak hanya itu, berbagai stimulus pemerintah juga ikut memperkuat daya beli masyarakat, seperti:

  • Diskon tiket transportasi
  • Pemberian THR atau gaji ke-14
  • Stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia di level 4,75 persen

Kombinasi faktor ini membuat belanja masyarakat tetap terjaga dan menjadi penopang utama ekonomi dikutip Antara.

Investasi dan Belanja Pemerintah Ikut Menguat

Selain konsumsi, investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan 5,96 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh:

  • Proyek prioritas nasional
  • Investasi swasta yang terus meningkat

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat lonjakan signifikan hingga 21,81 persen, terutama karena:

  • Realisasi pembayaran THR
  • Belanja barang dan jasa
  • Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sinyal Optimisme Ekonomi 2026

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang baik di tengah dinamika global.

Dengan konsumsi domestik yang solid, dukungan stimulus pemerintah, dan investasi yang terus tumbuh, prospek ekonomi Indonesia ke depan dinilai tetap menjanjikan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru