Loading
KEK Kura Kura Bali ajak masyarakat kenali kawasan lewat pameran budaya dan UMKM dalam Island Bazaar Bali Revival, Denpasar, Sabtu 2/5/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
DENPASAR, ARAHKITA.COM – Upaya memperkenalkan kawasan sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif terus dilakukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Salah satunya lewat gelaran Island Bazaar, sebuah pameran budaya dan UMKM yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan.
Digelar di Pulau Serangan, acara ini bukan sekadar bazar biasa. Pengunjung diajak menikmati perpaduan seni, kerajinan, kuliner, hingga budaya Bali dalam suasana yang hangat, inklusif, dan penuh inspirasi.
Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara kreativitas lokal dan pengalaman wisata yang lebih interaktif.
“Melalui Island Bazaar, kami ingin menghadirkan ruang bagi UMKM dan seniman, sekaligus mengajak masyarakat merayakan kekayaan budaya Bali secara lebih dekat,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (2/5/2026).
Ruang Kreatif untuk UMKM dan Seniman
Dalam penyelenggaraannya, Island Bazaar melibatkan puluhan pelaku usaha lokal. Tercatat ada 30 UMKM kuliner, 30 tenant ritel, serta 10 stan lokakarya yang menghadirkan berbagai aktivitas menarik.
Tak hanya berbelanja, pengunjung juga bisa ikut terlibat langsung dalam pengalaman budaya. Mulai dari mencoba lokakarya kreatif hingga menyaksikan pertunjukan seni tradisional.
Salah satu daya tarik yang mencuri perhatian adalah sesi foto busana adat Bali. Pengunjung dapat mengenakan berbagai kostum khas dari sejumlah kabupaten di Bali, lalu mengabadikan momen dengan latar kawasan Kura Kura Bali.
Bahkan, bagi pengunjung dengan penampilan paling ikonik, tersedia hadiah unik: pengalaman menyusuri kanal Riviera dengan perahu tradisional—sebuah sentuhan romantis yang jarang ditemui.
Belajar Budaya Secara Interaktif
Tak berhenti di situ, komitmen KEK Kura Kura Bali dalam merawat budaya juga terlihat dari hadirnya lokakarya seni, termasuk Tari Kecak yang dibimbing langsung oleh komunitas seni Bali Bajra.
Pengunjung yang tertarik tidak hanya bisa menonton, tetapi juga belajar langsung gerakan khas tari tradisional tersebut.
“Kami ingin semua orang bisa merasakan dan belajar budaya Bali. Ini bukan hanya ruang ekonomi, tapi juga ruang pelestarian budaya,” kata Zefri dikutip Antara.
Selain itu, sejumlah kolaborator kreatif turut meramaikan acara, seperti Kevala Ceramics, Museum Pasifika, hingga Sharon Florist, yang menghadirkan workshop interaktif dan inspiratif.
Target Ribuan Pengunjung dan Agenda Berkelanjutan
Island Bazaar berlangsung pada 2–3 Mei 2026 pukul 16.00–21.00 WITA dengan target sekitar 3.000 pengunjung, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan.
Antusiasme tinggi pada hari pertama menjadi sinyal positif. Pengelola KEK Kura Kura Bali pun berencana menjadikan acara ini sebagai agenda berkelanjutan, dengan kemungkinan digelar kembali pada pertengahan 2026.
Tak hanya itu, kawasan ini juga tengah bersiap menghadirkan pusat perbelanjaan baru bertajuk Sira Village Premium Outlet Bali, yang diharapkan semakin memperkuat posisi Kura Kura Bali sebagai destinasi ekonomi kreatif dan pariwisata terpadu.