Loading
General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch Andy Adchaminoerdin saat dijumpai di kawasan Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata bukan hanya berdampak pada pengeluaran masyarakat, tetapi juga mengubah cara orang memilih kendaraan. Di tengah situasi global yang memanas akibat konflik antara
Amerika Serikat dan Iran, tren peralihan ke kendaraan listrik di Jakarta justru melonjak tajam.
Data dari PLN UID Jakarta Raya menunjukkan lonjakan signifikan. General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di ibu kota kini meningkat hingga sembilan kali lipat.
“Pertumbuhannya sangat besar, khususnya di Jakarta. Naiknya sampai sembilan kali lipat,” ujarnya.
Perubahan Kebiasaan: Isi Daya di Rumah Jadi Pilihan Utama
Seiring meningkatnya jumlah pengguna EV, pola pengisian daya pun ikut berubah. Jika sebelumnya banyak bergantung pada fasilitas umum, kini masyarakat lebih memilih mengisi daya kendaraan di rumah atau home charging.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Selain lebih praktis, penggunaan home charging juga didukung oleh berbagai insentif menarik. PLN mencatat, sejak 2021 hingga sekarang, jumlah pengguna home charging melonjak hingga 21 kali lipat, dengan total mencapai sekitar 830 ribu pengguna.
Salah satu daya tariknya adalah tarif listrik yang lebih murah pada malam hari. Pengguna yang mengisi daya di atas pukul 22.00 WIB bisa menikmati potongan harga, sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, biaya pemasangan baru untuk fasilitas home charging juga mendapat diskon, membuat masyarakat semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik.
SPKLU Terus Ditambah, Mobilitas Makin Nyaman
Meski home charging semakin populer, kebutuhan akan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap menjadi perhatian. PLN terus mengembangkan infrastruktur ini untuk memastikan pengguna EV tetap nyaman saat bepergian jauh.
Menurut Andy, potensi pertumbuhan kendaraan listrik di Jakarta masih sangat besar, terutama jika harga BBM terus mengalami kenaikan. Karena itu, penambahan SPKLU menjadi langkah strategis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.
“Kami ingin memastikan pengguna EV tidak mengalami kesulitan saat mengisi daya,” jelasnya.
Fitur Canggih untuk Pengguna EV
Untuk semakin memudahkan pengguna, PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner di aplikasi mobile mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna mengetahui lokasi SPKLU terdekat, sekaligus memantau potensi antrean sebelum datang.
Dengan berbagai kemudahan ini, kendaraan listrik bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi pilihan utama masyarakat urban.