Pertamina Siap Olah Minyak Rusia, Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi Strategis


 Pertamina Siap Olah Minyak Rusia, Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi Strategis Dokumentasi - Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Rencana pemerintah Indonesia untuk menjajaki pembelian minyak mentah dari Rusia mendapat respons positif dari Pertamina. Perusahaan energi pelat merah itu memastikan kesiapan infrastruktur kilangnya untuk mengolah crude oil asal Negeri Beruang Merah tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kilang-kilang milik Pertamina secara teknis mampu memproses minyak mentah dari Rusia menjadi berbagai produk energi yang dibutuhkan di dalam negeri.

“Untuk crude dari Rusia, kilang yang dimiliki Pertamina mampu mengolahnya menjadi produk turunan,” ujar Roberth, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah langkah pemerintah yang tengah membuka peluang kerja sama energi dengan Rusia, termasuk rencana impor minyak mentah dan LPG.

Menurut Roberth, Pertamina akan selalu mengikuti arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Mulai dari pengolahan hingga distribusi, Pertamina siap mengambil peran strategis.

“Pertamina tentu mendukung penyediaan energi nasional, dari proses pengolahan hingga pendistribusian,” tambahnya.

Negosiasi Langsung di Rusia

Upaya kerja sama ini semakin konkret setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah potensi kerja sama, mulai dari pengembangan kilang minyak, perdagangan crude oil, hingga pemanfaatan teknologi energi.

Bahlil menyebut hasil pertemuan tersebut cukup positif. Indonesia berpeluang menambah cadangan minyak mentah sekaligus memperoleh pasokan LPG.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Kita bisa menambah cadangan crude dan juga mendapatkan LPG,” ujar Bahlil dikutip Antara.

Langkah Strategis di Tengah Gejolak Energi Global

Di tengah dinamika pasar energi global yang masih bergejolak, langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia, Rusia menjadi mitra potensial bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Pemerintah pun terus mencari opsi terbaik agar pasokan energi tetap aman, stabil, dan terjangkau bagi masyarakat.

Dengan kesiapan kilang Pertamina dan dukungan kebijakan pemerintah, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan energi global ke depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru