Sabtu, 15 Agustus 2026

Kerja Sama RI–Korea Selatan Rp173 Triliun, Kadin Yakin Dongkrak Devisa dan Investasi


 Kerja Sama RI–Korea Selatan Rp173 Triliun, Kadin Yakin Dongkrak Devisa dan Investasi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam ajang Indonesia-Korea Business Forum yang digelar di Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-Kadin/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan kembali mencatat capaian besar. Nilainya tidak main-main, mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun optimistis, kolaborasi ini akan menjadi dorongan kuat bagi peningkatan devisa negara.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menilai Korea Selatan bukan sekadar mitra dagang biasa, melainkan partner strategis yang memiliki hubungan ekonomi semakin erat dengan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Kesepakatan jumbo ini lahir dari Indonesia–Korea Business Forum yang digelar di Seoul, Korea Selatan, dan menghasilkan 17 nota kesepahaman (MoU) lintas sektor.

Menurut Anindya, kerja sama ini membuka peluang besar untuk mendorong foreign direct investment (FDI), memperluas perdagangan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Ini potensi besar untuk meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan tentu saja memperkuat devisa negara,” ujarnya dikutip Antara.

Dari Energi hingga Ekonomi Digital

Menariknya, kerja sama ini tidak hanya fokus pada satu sektor. Ada berbagai bidang strategis yang ikut terlibat, mulai dari:

  • Energi baru dan terbarukan
  • Manufaktur industri
  • Hilirisasi sumber daya
  • Ekonomi digital
  • Teknologi rendah karbon
  • Pengembangan rantai pasok baterai

Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah perusahaan besar dari kedua negara, menandakan keseriusan dalam membangun kemitraan jangka panjang.

Tak hanya dari sisi ekonomi, kedekatan Indonesia dan Korea Selatan juga terlihat dari sisi budaya. Fenomena Korean Wave (Hallyu) di Indonesia menjadi bukti kuat hubungan kedua negara semakin dekat di berbagai lini.

Didorong Kepemimpinan dan Strategi Global

Anindya juga menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong:

  • Pertumbuhan ekonomi inklusif
  • Transformasi industri
  • Peran aktif Indonesia di kancah global

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, kemitraan ini diharapkan menjadi “jangkar” pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Kita berharap kerja sama ini menjadi titik terang agar Indonesia tetap maju dan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.

Hasil Kunjungan Kenegaraan

Kerja sama ini juga menjadi salah satu hasil penting dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth.”

Dalam forum tersebut, Indonesia diwakili oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.

“MoU yang ditandatangani mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Airlangga.

Dengan nilai fantastis dan cakupan sektor yang luas, kerja sama Indonesia–Korea Selatan ini bukan hanya soal angka. Ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai mitra strategis global.

Jika terealisasi optimal, bukan tidak mungkin kolaborasi ini akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru