Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan kepada media usai mengikuti Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah ketidakpastian global, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis. Ia meyakini daya beli masyarakat selama Ramadhan 2026 masih terjaga, bahkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen—angka yang dinilai cukup kuat di tengah tekanan global.
“Kalau angka terakhir, pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga:
LPEM FEB UI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Hanya 4,8 Persen, Ini PenyebabnyaDaya Beli Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi
Momentum Ramadhan dikenal sebagai periode meningkatnya konsumsi masyarakat. Tahun ini pun tak berbeda. Pemerintah melihat aktivitas ekonomi tetap berjalan normal, bahkan cenderung stabil.
Menurut Purbaya, berbagai kebijakan pemerintah berhasil menjaga daya beli agar tidak tergerus kondisi global.
Mulai dari pengendalian harga, dukungan terhadap sektor swasta, hingga intervensi pada sektor energi—semuanya diarahkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan.
Baca juga:
Purbaya Tawarkan Insentif Besar agar Toyota Pindahkan Basis Produksi dari Thailand ke Indonesia“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah,” jelasnya.
Artinya, gejolak global yang terjadi belum langsung menghantam ekonomi domestik karena sudah diantisipasi melalui kebijakan strategis.
Geopolitik Global Masih Jadi Tantangan
Meski optimistis, pemerintah tetap waspada. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih menjadi faktor risiko yang bisa memengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia.
Jika eskalasi terus meningkat, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi akan ikut melambat.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan fokus menjaga permintaan domestik sebagai tameng utama.
“Walaupun global begitu, permintaan domestik masih kencang. Tapi kalau konflik naik terus, tentu bisa berdampak. Karena itu, permintaan dalam negeri akan terus dijaga,” tegasnya.
Strategi Pemerintah Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh
Untuk memastikan ekonomi tetap bergerak positif, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya:
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, terutama setelah momen Idul Fitri.
Indikator Ekonomi Masih Solid
Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong stabil. Hal ini terlihat dari berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, ditambah hasil tinjauan langsung di lapangan selama Ramadhan.
Dengan kombinasi konsumsi domestik yang kuat dan kebijakan pemerintah yang adaptif, ekonomi Indonesia diyakini masih berada di jalur yang aman.