Senin, 10 Agustus 2026

Purbaya Optimistis Daya Beli Saat Ramadhan Terjaga, Ekonomi Kuartal I 2026 Diprediksi Tembus 5,7%


 Purbaya Optimistis Daya Beli Saat Ramadhan Terjaga, Ekonomi Kuartal I 2026 Diprediksi Tembus 5,7% Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan kepada media usai mengikuti Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah ketidakpastian global, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis. Ia meyakini daya beli masyarakat selama Ramadhan 2026 masih terjaga, bahkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen—angka yang dinilai cukup kuat di tengah tekanan global.

“Kalau angka terakhir, pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Daya Beli Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi

Momentum Ramadhan dikenal sebagai periode meningkatnya konsumsi masyarakat. Tahun ini pun tak berbeda. Pemerintah melihat aktivitas ekonomi tetap berjalan normal, bahkan cenderung stabil.

Menurut Purbaya, berbagai kebijakan pemerintah berhasil menjaga daya beli agar tidak tergerus kondisi global.

Mulai dari pengendalian harga, dukungan terhadap sektor swasta, hingga intervensi pada sektor energi—semuanya diarahkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan.

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah,” jelasnya.

Artinya, gejolak global yang terjadi belum langsung menghantam ekonomi domestik karena sudah diantisipasi melalui kebijakan strategis.

Geopolitik Global Masih Jadi Tantangan

Meski optimistis, pemerintah tetap waspada. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih menjadi faktor risiko yang bisa memengaruhi ekonomi global, termasuk Indonesia.

Jika eskalasi terus meningkat, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi akan ikut melambat.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan fokus menjaga permintaan domestik sebagai tameng utama.

“Walaupun global begitu, permintaan domestik masih kencang. Tapi kalau konflik naik terus, tentu bisa berdampak. Karena itu, permintaan dalam negeri akan terus dijaga,” tegasnya.

Strategi Pemerintah Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh

Untuk memastikan ekonomi tetap bergerak positif, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya:

  • Menjaga daya beli masyarakat
  • Mengelola harga BBM subsidi agar tidak terpengaruh lonjakan harga minyak dunia
  • Mendorong belanja pemerintah agar terserap optimal
  • Memberikan dukungan bagi sektor swasta

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, terutama setelah momen Idul Fitri.

Indikator Ekonomi Masih Solid

Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong stabil. Hal ini terlihat dari berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, ditambah hasil tinjauan langsung di lapangan selama Ramadhan.

Dengan kombinasi konsumsi domestik yang kuat dan kebijakan pemerintah yang adaptif, ekonomi Indonesia diyakini masih berada di jalur yang aman.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru