Investor Kripto Tunggu Keputusan The Fed, Pasar Masih Bergerak Hati-Hati


 Investor Kripto Tunggu Keputusan The Fed, Pasar Masih Bergerak Hati-Hati Vice President INDODAX Antony Kusuma. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pelaku pasar kripto di Indonesia saat ini berada dalam fase menunggu sambil mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya terkait langkah suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Perhatian investor tertuju pada perkembangan inflasi Amerika Serikat yang pada Februari 2026 tercatat 2,4 persen secara tahunan, angka yang dinilai masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, stabilnya angka inflasi tersebut membuat sentimen investor relatif tenang. Pasar kini cenderung menahan diri sambil menunggu sinyal kebijakan moneter berikutnya dari The Fed.

“Inflasi Februari 2026 yang berada di level 2,4 persen sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil,” ujar Antony dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang, pelaku pasar biasanya lebih fokus memantau arah kebijakan suku bunga The Fed. Kebijakan moneter AS masih menjadi salah satu faktor paling berpengaruh terhadap likuiditas global dan pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.

“Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya,” katanya.

Inflasi AS Relatif Terkendali

Data terbaru menunjukkan inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari 2026 naik 0,3 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2 persen pada Januari.

Sementara itu, inflasi inti (core CPI)—yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi—tercatat naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Angka ini masih sejalan dengan proyeksi para analis.

Stabilnya inflasi tersebut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi Amerika Serikat masih relatif terkendali, meskipun angkanya masih sedikit di atas target inflasi 2 persen yang ditetapkan Federal Reserve.

Pasar Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga

Ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter juga tercermin dalam proyeksi CME FedWatch Tool. Berdasarkan data tersebut, terdapat peluang hampir 99 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret.

Sementara itu, peluang pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11 persen.

Situasi ini membuat pergerakan pasar kripto cenderung lebih hati-hati. Investor memilih menunggu kepastian arah kebijakan moneter sebelum mengambil langkah investasi yang lebih agresif.

Faktor Geopolitik Juga Mempengaruhi Pasar

Selain inflasi dan kebijakan suku bunga, investor juga mencermati perkembangan geopolitik global. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak dunia meningkat seiring memanasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Faktor-faktor global tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen pasar dan pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.Karena itu, Antony mengingatkan investor untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko.

Ia menyarankan investor melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) juga dinilai dapat membantu investor menghadapi volatilitas pasar kripto.

“Pendekatan investasi yang disiplin dan berbasis riset menjadi kunci penting bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar global,” ujarnya.

Melalui berbagai program edukasi, pihaknya juga terus mendorong peningkatan literasi aset kripto di Indonesia serta menyediakan platform perdagangan yang aman dan transparan bagi para pengguna.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru